Sabtu, 24 Februari 2024

STNK Mati Dua Tahun, Status Kendaraan Menjadi Bodong dan Tak Bisa Diregistrasi Lagi

HARIAN-NEWS.com — Kendaraan yang datanya sudah dihapus karena STNK dibiarkan mati selama dua tahun tak bisa diregistrasi kembali.

Ketentuan itu sudah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pada Pasal 74 Ayat 3 diatur bahwa ‘Kendaraan Bermotor yang telah dihapus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat diregistrasi kembali’.

Ayat 1 yang dimaksud menjelaskan tentang dua cara penghapusan data kendaraan, yaitu dari permintaan pemilik dan pertimbangan pejabat berwenang soal registrasi kendaraan yakni kepolisian.

Penghapusan kendaraan karena pertimbangan kepolisian diatur lebih khusus bisa dilakukan karena dua hal, yaitu kendaraan rusak berat atau pemilik tak melakukan registrasi ulang maksimal dua tahun setelah masa berlaku STNK habis.

survey dan pendeteksi sumber air

Masa berlaku STNK selama lima tahun. Bila pemilik tak memperpanjang masa berlaku, yang artinya tak membayar biaya termasuk Pajak Kendaraan Bermotor, maka kepolisian dapat menghapus data yang sudah teregistrasi.

Kendaraan yang data registrasinya sudah dihapus menjadi bodong alias tak bisa dikendarai legal di jalan sebab surat-suratnya tak bisa diurus lagi.

BACA JUGA :  Komplotan Pencuri Gasak Komponen Dua Eskavator di Sarang, Kerugian Ditaksir Hingga Rp 80 Juta

Aturan lama ingin diterapkan. Aturan penghapusan data kendaraan bila STNK dibiarkan pemilik mati dua tahun sudah ada sejak 2009, namun pihak Samsat ingin menerapkannya karena berbagai hal.

Salah satunya, seperti dinyatakan Jasa Raharja, salah satu dari tiga instansi Samsat selain Polri dan Kemendagri, karena ada potensi penerimaan pajak lebih dari Rp100 triliun.

Angka itu merupakan hitung-hitungan dari 40 juta kendaraan atau 39 persen dari total kendaraan yang belum melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Menurut Humas Jasa Raharja Panji kebijakan itu saat ini sedang dalam tahap sosialisasi. Dia tak dapat menjelaskan kapan bakal diberlakukan.

“Betul, namun sekarang masih tahap sosialisasi kepada masyarakat dulu. Sebagai informasi untuk kendaraan yang tidak melakukan registrasi, jadi patokan adalah data STNK jika mati dua tahun,” ujar Panji, Selasa (19/7).

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

Khotaman Kitab Dan Ijazahan Bersama Guru Besar Ilmu Hadits Universitas Al Azhar Mesir

Tulungagung, harian-news.com - Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung pada Ahad (25/02/2024) akan menghadirkan guru besar Universitas Al Azhar Mesir yaitu Prof. Dr. Muhammad Ibrahim...

7.384 Personil Gabungan Dikerahkan untuk Mengamankan Pemilu di Tulungagung

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Pj. Bupati Tulungagung, Heru Suseno, turut serta dalam Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Tahap Pemungutan dan Perhitungan Suara Pemilu 2024 pada Selasa (13/2/2024)...

Lantik Plh. Sekda Tulungagung, Heru Suseno: Proses Sudah Sesuai Ketentuan

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno, melantik Tri Hariadi sebagai Plh. Sekda Kabupaten Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, pada Senin (12/2/2024)...

Pj Bupati Tulungagung Tinjau Pendistribusian Logistik Pemilu di 3 Kecamatan

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno meninjau persiapan pendistribusian logistik Pemilu di 3 kecamatan pada Senin (12/2/2024), sekitar pukul 09.30 WIB. Kunjungan ini...

Mempersiapkan Diri Beribadah Di Bulan Damai

Tulungagung, harian-news.com - Pemilu 2024 telah usai pencoblosan. Dalam proses penghitungan akan memasuki Bulan Romadhon. Bulan yang penuh keistimewaan. Yaitu bulan damai. Tokoh agama...

Pemilu Wujudkan Persatuan Bangsa Indonesia

Tulungagung, harian-news.com - Pemilu 2024 telah dilakukan tahap pencoblosan dan hari ini sudah penghitungan data secara real count. Semakin hari paska pemilu semakin panas...

Konflik Agraria yang Tak Kunjung Usai di Kalbar, Pangamat : Belum ada Upaya yang Jelas dari Pemda dan BPN

Pontianak Kalbar, Harian-news.com - Pengamat Hukum dan Bijakan Publik kembali soroti persoalan konflik agraria di wilayah Kalimantan Barat seolah-olah tidak pernah berakhir, namun kondisi...

Gus Muhdlor Bakal Relokasi SMPN 2 Tanggulangin

SIDOARJO, HARIAN-NEWS.com - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tengah berencana untuk merelokasi SMPN 2 Tanggulangin. Pasalnya, Sekolah Menengah Pertama yang berada di Desa Kedungbanteng tersebut saat...

Belajar Bijak Menyikapi Pemilu 2024

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Partai politik yang ikut pemilu di era reformasi sangat banyak. Setiap partai mengusung caleg baik tingkat pusat ataupun daerah. Sangat mustahil...

Ojo Kesusu, Sing Sabar

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi setiap pesta demokrasi baik ditingkat pilkada maupun pilpres bermunculan lembaga swadaya masyarakat menyeleanggkan hitung cepat...

BNNK Sidoarjo dan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM) Bersinergi

SIDOARJO, HARIAN-NEWS.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sidoarjo melakukan kegiatan kolaborasi dengan beberapa Lembaga Rehabilitasi yang ada di Sidoarjo. Kegiatan meliputi jalan santai dan ngopi...

Relawan Pendukung Prabowo -Gibran Tulungagung Sujud Syukur

Tulungagung, harian-news.com - Para relawan 02 di Kabupaten Tulungagung yang telah melaksanakan tugas pada Kamis (15/02/2024) di Kebun Jambu Rejoagung Tulungagung melakukan sujud syukur...
spot_img
spot_img

BERITA TRENDING