

Tulungagung (harian-news.com) – Beberapa nasabah Bank BRI di Tulungagung mengaku resah, setelah beredarnya intimidasi yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal melalui pesan singkat whatsapp, yang mengatasnamakan BRI Tulungagung.
Dalam pesan singkat melalui WA itu, dinyatakan tidak ada toleransi sama sekali terhadap nasabah yang memiliki keterlambatan pembayaran pinjaman. Bahkan terdapat tekanan lewat pesan singkat tersebut, agar nasabah yang mengalami keterlambatan segera melunasi.
Seperti diungkapkan oleh salah satu nasabah berinisial HW (49 th). Menurutnya, terkadang dalam pesan tersebut mengaku sebagai Kepala Unit BRI. “Bahkan ada yang berani mengatasnamakan pimpinan cabang BRI Tulungagung,” keluhnya.
Ia juga menceritakan, bahwa dirinya memiliki pinjaman di BRI unit Nirwana Plaza. Untuk Desember ini, ia mengaku mengalami keterlambatan selama 4 bulan. Setelah didatangi dari pihak BRI, ia diminta segera melakukan pembayaran angsuran. Ia kemudian mendatangi kantor unit tempatnya meminjam untuk meminta keringanan.
Hasilnya, HW dapat keringanan pembayaran dan dapat melunasi selama 3 bulan. Hingga tersisa tersisa tunggakan satu bulan, yakni November dan kemudian Desember. Sayangnya, ia mengaku mendapat tekanan lewat pesan whatsapp agar segera melunasi tunggakan. “Padahal kesepakatannya saat datang ke Kantor BRI Nirwana Plaza tidak seperti itu,” keluhnya.
Pesan tersebut berasal dari nomor handphone yang mengaku sebagai Kepala Unit Plaza Nirwana Tulungagung, Supriyono. “Saya kan sudah baik-baik minta keringanan, kok ya masih disuruh melunasi,” katanya kecewa.
HW juga berkeyakinan kalau yang mengirimkan pesan WA itu bukan Kepala BRI unit Nirwana Plaza. “Saya yakin yang WA saya bukan Supriyono, sebab setingkat kapala ataupin pimpinan unit bank besar pasti tahu aturan,” jelasnya.
Kepala BRI unit Nirwana Plaza, Supriyono ditemui di kantornya, Jumat (27/12/2019) menegaskan dirinya tidak pernah mengirim whatsapp untuk melakukan penagihan. “Biasanya kalau ada nasabah yang mengalami keterlambatan saya mengutamakan pendekatan kekeluargaan atau saya datangi di rumahnya,“ terangnya.
Kalaupun lewat WA, lanjutnya, tidak sampai bertengkar dengan nasabah. Selaku Kepala BRI unit Nirwana Plaza, Supriyono menegaskan untuk keterlambatan pembayaran biasanya diberi beberapa masukan dan solusi agar dapat melunasi tunggakan pinjaman.
“Nasabah seringkali salah paham bila hanya lewat pesan singkat atau wa,” kata Supriyono.
Terkait pesan WA yang mengaku sebagai dirinya, Supriyono mengharapkan agar tidak dikonfrontir dengan nasabah. Ia juga mengharapkan nasabah yang mengalami tunggakan dan menerima pesan serupa untuk langsung menemui dirinya. “Agar tidak terjadi fitnah atau berita hoax,” harapnya.
“Untuk keterangan resmi, saya sebenarnya tidak boleh memberi keterangan sebab keterangan resmI hanya boleh diberikan oleh pimpinan cabang,“ katanya. [agp]
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !