160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Kartini Masa Kini: Merajut Asa, Melestarikan Budaya Kearifan Lokal

TULUNGAGUNG , HARIAN-NEWS.com – Semangat Kartini kembali berpendar di Warung Mbak Siti, Bukit Lemparan, Kendit, Tanggung, Campurdarat, Tulungagung, Jawa Timur saat Paguyuban Guyub Rukun Berpancasila  menggelar sarasehan dan doa bersama, Minggu (4/5/2025).

Dalam gelaran yang penuh kehangatan, puluhan ibu-ibu dan tokoh masyarakat turut membahas jejak perjuangan Kartini masa kini yang tak sekadar berdiri tegak, tapi terus melangkah maju.

Ketua Paguyuban Guyub Rukun Berpancasila, Rr. Indah, menegaskan,  semangat Kartini bukan sekadar kisah masa lalu, melainkan bintang penuntun bagi perempuan Tulungagung agar terus berdaya dan berjaya, terutama dalam pendidikan dan pelestarian budaya lokal.

“Paguyuban ini adalah taman tempat perempuan tumbuh, ruang untuk menyemai mimpi dan mewujudkannya. Kartini telah membuka jalan, kini giliran kita meneruskannya,” tegas Indah.

750 x 100 AD PLACEMENT

Lebih dari sekadar nostalgia, sarasehan ini menjadi ajang refleksi bagi para ibu untuk lebih mengenal sejarah lokal,  menanamkan cinta budaya kepada generasi muda, dan merajut benang persaudaraan dalam kehangatan.

“Banyak yang belum tahu sejarah daerahnya sendiri. Cinta tanah air itu bukan sekadar kata-kata, tapi mengenal dan menjaga warisan leluhur,” lanjutnya.

Foto : Sri Wahyuni sedang menyampaikan materi, selaku Nara sumber di Sarasehan Paguyuban Guyub Rukun Berpancasila Tulungagung, Minggu(4/5/2025)

Sri Wahyuni, selaku narasumber, menegaskan, api perjuangan Kartini tak boleh redup. Ia mengajak para peserta untuk terus belajar, berkarya, dan berani bermimpi, meski telah berumah tangga.

“Perempuan bukan sekadar konco wingking. Kartini telah membuktikan bahwa kita berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan hidup yang bermakna. Semangat ini harus tetap berkobar,” ujarnya penuh semangat.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tak hanya berbicara, Kartini-kartini muda Tulungagung menunjukkan aksinya dalam berbagai kegiatan budaya, dari mengenakan kebaya hingga menari dalam perayaan Hari Tari Sedunia.

“Anak-anak muda luar biasa! Mereka menyulam semangat Kartini ke dalam tarian, busana, dan aksi nyata. Ini bukti bahwa emansipasi bukan sekadar cerita, tapi gerakan yang hidup,” tambahnya.

Mengakhiri acara, doa dan harapan dilangitkan untuk para pahlawan, khususnya Raden Ajeng Kartini, agar nilai-nilai perjuangannya terus mengakar dalam jiwa perempuan Indonesia.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Perempuan Tulungagung harus menjadi Kartini masa kini – berilmu, bermartabat, dan mencintai warisan budaya. Jangan hanya meniru rupa Kartini, tapi warisi api perjuangannya!” pungkas Indah.

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !