NewsTulungagung

Industri Film Tulungagung Mulai Bangkit dari Kantor Golkar

×

Industri Film Tulungagung Mulai Bangkit dari Kantor Golkar

Sebarkan artikel ini

Jairi Sulap Kantor Golkar Jadi Markas Kreatif, Api Festival Film Tulungagung Mulai Menyala

Jairi Irawan, Ketua DpD Partai Golkar Tulungagung

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, Jairi Irawan, membuka pintu kantornya untuk anak-anak muda kreatif. Bahkan, ia menegaskan Kantor DPD Golkar Tulungagung siap dijadikan markas berkarya selama 24 jam, sekaligus menggulirkan gagasan besar lahirnya Tulungagung Film Festiyval sebagai agenda tahunan daerah.

Komitmen itu disampaikan Jairi saat menghadiri Gelar Karya Special Screening yang digelar komunitas Cipta Karya Layar (CIKAL) bersama DPD Partai Golkar Tulungagung, Minggu (17/5/2026) malam.

Antusias generasi muda Tulungagung bangkitkan Industri Film Tulungagung

Halaman kantor partai yang biasanya dipenuhi kendaraan mendadak berubah menjadi bioskop terbuka modern.

Ratusan penonton memadati lokasi untuk menyaksikan 10 film pendek karya sineas muda lokal yang diproduksi hanya dalam waktu dua hari.
“Kami ingin tempat ini tidak hanya identik dengan politik. Anak-anak muda harus punya ruang untuk berdiskusi, berkarya, dan membangun ekosistem kreatif,” ujar Jairi kepada wartawan.

Menurut Jairi, potensi generasi muda Tulungagung di sektor ekonomi kreatif sangat besar, terutama di bidang perfilman independen. Karena itu, ruang kreatif dinilai menjadi kebutuhan penting agar bakat-bakat muda tidak padam di tengah jalan.
“Dalam waktu yang sangat terbatas, mereka mampu melahirkan karya luar biasa. Ini membuktikan kreativitas anak muda Tulungagung tidak bisa dipandang sebelah mata,” katanya.

Program tersebut diawali dengan Workshop Kreatif Produksi Film di Lotus Garden, Kecamatan Kedungwaru. Para peserta mendapatkan pembekalan tentang penulisan skenario, teknik sinematografi, hingga pola komunikasi kreatif antarkomunitas sebelum akhirnya memproduksi film mereka masing-masing.
“Semua proses dilakukan hanya dalam dua hari. Mulai workshop, penyusunan ide, pengambilan gambar, sampai film selesai ditayangkan malam ini,” ungkap Jairi.

 

Sebanyak 10 film pendek berhasil ditampilkan dalam malam pemutaran tersebut. Panitia juga memberikan penghargaan bagi kategori film terbaik, aktor terbaik, hingga aktris terbaik untuk menjaga semangat berkarya para peserta.

Namun, perhatian terbesar malam itu tertuju pada langkah Jairi yang membuka kantor partai sebagai ruang kreatif publik. Kebijakan itu disambut antusias komunitas film dan peserta workshop karena selama ini mereka kerap terkendala ruang berkumpul dan fasilitas produksi.

Di penghujung acara, Jairi kembali melempar gagasan yang lebih besar: membangun Tulungagung Film Festival sebagai panggung tahunan bagi sineas lokal.

Menurutnya, festival film bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga sarana membangun identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.
Malam itu, dari sebuah halaman parkir kantor partai, mimpi besar perfilman Tulungagung mulai menemukan layarnya.

Jurnalis : Pandhu.