TRENGGALEK, HARIAN-NEWS.com – Kerusakan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Gembleb, Bendorejo hingga Desa Ngulan Wetan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, kembali menjadi sorotan warga.
Jalur sepanjang sekitar 1,7 kilometer tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Permukaan jalan berlubang dan tidak rata dinilai mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas setiap hari.
Kepala Desa Gembleb, Suwito, berharap Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas PUPR segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, usulan perbaikan jalan tersebut bukan baru disampaikan, melainkan sudah diajukan sejak 2023.
Proposal perbaikan, kata Suwito, bahkan telah masuk dalam usulan melalui Musrenbang Kecamatan dan disebut telah dianggarkan pada 2024. Namun, hingga kini warga masih menunggu realisasi perbaikan di lapangan.

Warga Khawatir Keselamatan Anak Sekolah
Keluhan serupa disampaikan Jupiter (46), warga Desa Gembleb. Ia menilai kondisi jalan semakin mengkhawatirkan karena jalur tersebut menjadi akses masyarakat dan setiap hari dilalui anak-anak sekolah.
«“Kasihan anak-anak sekolah. Apalagi sebentar lagi musim penghujan, kondisi jalan rusak ini sangat membahayakan kendaraan dan warga,” ujar Jupiter.»
Menurut warga, kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata menjadi lebih berisiko ketika hujan. Selain licin, lubang yang tertutup genangan air dapat menyulitkan pengendara memperkirakan kedalaman maupun kondisi permukaan jalan.
Karena itu, warga berharap pemerintah tidak sekadar mencatat kerusakan, tetapi segera melakukan penanganan yang dibutuhkan.

PUPR Trenggalek Respons Keluhan Warga
Harapan warga mendapat respons dari Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek, Anjang Purwoko.
Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler pada 17 September 2026, Anjang menyambut positif informasi mengenai kondisi jalan tersebut. Ia memastikan Dinas PUPR akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
“Kami akan segera melakukan cek di lapangan,” tegas Anjang.
Pernyataan tersebut menjadi langkah awal yang ditunggu warga untuk memastikan kondisi riil jalan sekaligus menentukan bentuk penanganan yang diperlukan.
Kerusakan jalan Gembleb–Ngulan Wetan kini tidak lagi sekadar menjadi keluhan masyarakat. Dengan adanya usulan perbaikan yang telah disampaikan sebelumnya serta respons Dinas PUPR untuk melakukan pengecekan, warga berharap persoalan tersebut segera berlanjut pada tindakan nyata di lapangan.
Bagi masyarakat, perbaikan jalan bukan hanya menyangkut kenyamanan berkendara. Infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan warga, akses pendidikan, mobilitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi.
Kini perhatian warga tertuju pada hasil pengecekan Dinas PUPR dan tindak lanjut pemerintah daerah terhadap jalan yang selama ini mereka gunakan setiap hari.
Jurnalis: Nangkho













