BLITAR KOTA – HARIAN-News.com – Pengelolaan KONI Kota Blitar kembali memanas. Forum Cabor Penyelamat Marwah Olahraga Kota Blitar mendesak segera digelar Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) untuk mengakhiri polemik kepemimpinan organisasi olahraga tersebut.
Forum yang diinisiasi Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Blitar, M. Trijanto, itu juga meminta KONI Jawa Timur mengevaluasi pelaksanaan tugas Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba.
Trijanto menilai keberadaan Plt seharusnya difokuskan untuk mempersiapkan Musorkotlub, sehingga kepemimpinan KONI Kota Blitar segera memiliki kepastian sesuai mekanisme organisasi.
“Di SK Plt itu yang harus menjadi fokus adalah Musorkotlub. Kami mendorong agar Plt konsisten menjalankan mandat tersebut,” ujar Trijanto.
Forum juga menyoroti belum cairnya dana pembinaan bagi sejumlah cabang olahraga (cabor). Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat program pembinaan dan persiapan atlet.
“Yang rugi ini adalah cabor-cabor. Ketika ketua umum terpilih, sampai sekarang bulan September belum ada pencairan dana serupiah pun bagi cabor,” tegasnya.
Selain persoalan anggaran, Forum Cabor juga menyoroti posisi Elim yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Blitar sekaligus Plt Ketua Umum KONI Kota Blitar.
Menurut Trijanto, meski tidak secara langsung terdapat larangan, rangkap jabatan tersebut perlu dilihat dari aspek etika dan potensi konflik kepentingan.
“Memang tidak ada larangan wakil wali kota menjadi Plt, tetapi secara etika dan moral kurang tepat karena rawan terjadi konflik kepentingan,” katanya.
Namun, Forum Cabor menegaskan polemik tersebut sebaiknya tidak berkembang menjadi konflik kelembagaan berkepanjangan. Komunikasi antara KONI dan Pemerintah Kota Blitar dinilai masih menjadi jalan terbaik untuk mencari solusi.
“Antara Plt Ketua KONI dengan wali kota ini satu rumpun eksekutif. Sebenarnya persoalan ini bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik, tanpa langkah-langkah yang kontraproduktif,” ujar Trijanto.
Forum Cabor Penyelamat Marwah Olahraga Kota Blitar selanjutnya berencana menyampaikan sikap secara tertulis kepada KONI Jawa Timur. Mereka berharap persoalan organisasi segera diselesaikan agar tidak mengganggu pembinaan dan prestasi atlet.
“Jangan sampai persoalan organisasi justru membuat atlet dan cabor menjadi korban,” pungkasnya.
Sementara itu, Plt Ketua Umum KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba, sebelumnya menegaskan telah berupaya meminta kepastian kepada Pemkot Blitar terkait anggaran KONI.
Elim menyebut sejak ditetapkan sebagai Plt oleh KONI Jawa Timur, pihaknya telah tiga kali mengirim surat kepada Pemkot Blitar. Namun, menurut dia, surat tersebut belum mendapatkan respons.
“Sudah tiga kali saya kirim surat, tetapi belum ada respons,” ujar Elim saat menyampaikan aspirasi bersama perwakilan cabor dan atlet di DPRD Kota Blitar, Senin (7/9/2026).
Elim juga menegaskan penunjukannya sebagai Plt memiliki dasar organisasi. Menurutnya, dirinya telah ditetapkan KONI Jawa Timur setelah proses Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) dilaksanakan.
“Saya juga sudah ditetapkan oleh KONI Jawa Timur. Muskot juga sudah dilakukan,” katanya.
Polemik tersebut kini bergulir pada dua isu utama, yakni kepastian kepemimpinan KONI melalui Musorkotlub dan kejelasan anggaran pembinaan cabor. Penyelesaian kedua persoalan itu dinilai penting agar kepentingan atlet tidak ikut terdampak.
Jurnalis: Paeto













