PendidikanTulungagungWawancara

SMAN 1 Boyolangu Berbenah, Tinggalkan Pola Pendidikan Lama yang Dinilai Sudah Usang

×

SMAN 1 Boyolangu Berbenah, Tinggalkan Pola Pendidikan Lama yang Dinilai Sudah Usang

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com⁠� — SMAN 1 Boyolangu mulai melakukan transformasi besar-besaran dalam sistem pendidikan dan infrastruktur sekolah sebagai langkah menjawab tantangan perkembangan zaman. Sekolah yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Tulungagung itu kini berbenah total dengan meninggalkan pola pendidikan lama yang dinilai tidak lagi relevan.

Komitmen tersebut ditegaskan langsung Kepala SMAN 1 Boyolangu, Subagas, S.Pd., saat ditemui dalam wawancara eksklusif bersama HARIAN-NEWS.com⁠�, Senin (18/5/2026), di ruang kerjanya.

Menurut Subagas, kualitas pendidikan tidak cukup hanya bertumpu pada kurikulum maupun capaian akademik semata. Infrastruktur sekolah yang aman, nyaman, dan modern juga menjadi faktor utama dalam menciptakan proses belajar mengajar yang berkualitas.
“Kalau fasilitas pendidikan tertinggal, maka kualitas pembelajaran juga akan ikut tertahan. Sekolah harus berani beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian bangunan di SMAN 1 Boyolangu merupakan gedung lama yang telah digunakan selama puluhan tahun. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah mengambil langkah serius melakukan rehabilitasi dan revitalisasi menyeluruh demi menjaga standar keamanan serta kenyamanan siswa.

Revitalisasi tidak hanya menyasar pembangunan fisik ruang kelas, tetapi juga diarahkan pada penguatan sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi. Sekolah mulai menyiapkan ruang belajar yang mampu menunjang pembelajaran digital dan kebutuhan pendidikan modern.

Di tengah percepatan perkembangan teknologi, sekolah dengan fasilitas terbatas dinilai akan kesulitan mencetak lulusan yang mampu bersaing. Karena itu, SMAN 1 Boyolangu memilih melakukan transformasi daripada bertahan dalam pola lama yang stagnan.

“Anak-anak sekarang hidup di era digital. Sekolah tidak bisa lagi berjalan dengan cara-cara lama sementara dunia terus berubah,” kata Subagas.
Pihak sekolah meyakini lingkungan belajar yang nyaman memiliki pengaruh besar terhadap konsentrasi dan produktivitas siswa. Karena itu, pembangunan fasilitas pendidikan dipandang bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan adaptif.

SMAN 1 Boyolangu juga memasang target besar pasca revitalisasi selesai dilakukan. Sekolah berharap kualitas lulusan semakin meningkat dan mampu bersaing menembus berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit maupun perguruan tinggi swasta ternama.

Meski demikian, proses pembangunan diakui belum sepenuhnya rampung. Sejumlah fasilitas, termasuk pembangunan lantai atas, masih dalam tahap penyelesaian.

Untuk mempercepat proses tersebut, pihak sekolah berencana melibatkan Ikatan Alumni SMAN 1 Boyolangu sebagai bagian dari penguatan kolaborasi pembangunan. Dukungan alumni dinilai menjadi modal sosial penting dalam mendukung percepatan pengembangan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.

Langkah revitalisasi yang dilakukan SMAN 1 Boyolangu menjadi sinyal bahwa dunia pendidikan tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Di tengah persaingan global dan percepatan teknologi, sekolah dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mencetak generasi yang siap menghadapi perubahan zaman.

Jurnalis : Pandhu.