Pendidikan

Semua Anak Hebat, Menurut Wakil Ketua LD PWNU Jawa Timur

×

Semua Anak Hebat, Menurut Wakil Ketua LD PWNU Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

ANAK HEBAT  bersama Wakil Ketua LD PWNU Jawa Timur, KH Imam Mawardi Ridlwan,

LAMONGAN, HARIAN-NEWS.com – Setiap anak lahir dengan anugerah potensi luar biasa yang telah menjadi bekal hidupnya sejak awal. Karena itu, tugas dunia pendidikan bukan menilai siapa yang paling unggul, melainkan merawat, mengarahkan, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki setiap peserta didik.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua LD PWNU Jawa Timur, KH Imam Mawardi Ridlwan, usai kegiatan pelepasan santri LPI Sahabat Sinar Alam (SSA) Laren, Lamongan.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kesabaran pendidik dalam memberikan layanan terbaik kepada peserta didik.
“Potensi murid dapat dioptimalkan dengan melayani secara maksimal. Inilah yang disebut cara menjadikan effective school dan efficiency school,” jelas Abah Imam.

Abah Imam yang juga mengemban amanah sebagai Sekretaris PW IPHI Jawa Timur berharap masyarakat lebih selektif dalam memilih lembaga pendidikan, terutama yang memiliki jaminan standar mutu layanan. Menurutnya, sekolah unggulan tidak hanya diukur dari megahnya bangunan maupun kelengkapan sarana dan prasarana, melainkan kualitas proses pendidikan yang dijalankan.
“Sekolah unggul itu karena karakter. Tiga faktor ini, yakni input, process, dan output wajib ditata dengan karakter,” tutur Abah Imam.

Ia menambahkan, sekolah yang layak dipilih adalah lembaga yang mampu menghasilkan lulusan dengan capaian unggul.

Berdasarkan pengamatannya, LPI Sahabat Sinar Alam (SSA) Laren Lamongan telah menunjukkan bukti nyata melalui pendekatan pendidikan yang menekankan proses terbaik.
“Di SSA Laren Lamongan menjadi sekolah unggul karena strategi best process,” tegasnya.

Sementara itu, pendiri SSA Laren Lamongan, Kyai Syaifudin, mengatakan seluruh siswa yang mendaftar diterima tanpa melalui proses seleksi. Setiap peserta didik diberikan layanan sesuai potensi yang dimiliki melalui pemetaan kemampuan dan keunggulannya masing-masing.
“Di SSA Laren tidak ada proses seleksi. Karena amanah guru, Abi Ihya, agar menerima semua murid dan tidak boleh menolaknya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa SSA telah menyiapkan tenaga pendidik atau asatidz yang berkualitas untuk menjalankan peran sebagai agent of change dalam pembentukan karakter anak.

Menurutnya, konsep pendidikan yang diterapkan di SSA juga mengikuti dawuh Abi Ihya Ulumuddin, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haromain Pujon, Malang, dengan menitikberatkan pada layanan best process.

Pandangan tersebut juga mendapat dukungan dari Pengasuh Pesantren Al Azhaar Kedungwaru Tulungagung yang menegaskan bahwa guru merupakan ujung tombak utama dalam mewujudkan proses pendidikan terbaik.
“Guru menjadi kunci dalam menciptakan best process bagi tumbuh kembang peserta didik,” pungkasnya.