Caption Foto : Bupati Jember Muhammad Fawait mengikuti ujian terbuka Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Jumat (12/6/2026).
JEMBER, HARIAN-NEWS.com – Kabupaten Jember mencatat prestasi membanggakan dengan membukukan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,35 persen pada triwulan pertama 2026. Angka tersebut tidak hanya menjadi yang tertinggi di kawasan Sekar Kijang, tetapi juga melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur maupun nasional.
Menariknya, capaian itu dinilai selaras dengan gagasan akademik Bupati Jember Muhammad Fawait yang baru saja meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.
Dalam sidang doktoralnya, Gus Fawait mempertahankan disertasi berjudul “Analisis Peran Belanja Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Provinsi Jawa Timur”. Penelitian tersebut menegaskan bahwa belanja pemerintah yang dikelola secara efektif mampu menjadi instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak semestinya hanya habis untuk kebutuhan administratif dan rutin birokrasi. Anggaran daerah harus diarahkan pada sektor-sektor produktif yang memiliki dampak berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat.
Pendekatan itu dinilai tercermin dalam berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember. Mulai dari percepatan realisasi anggaran, penguatan sektor UMKM, peningkatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang secara langsung menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.
Hasilnya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Jember menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menempatkan daerah ini sebagai salah satu motor penggerak ekonomi baru di Jawa Timur.
Dalam disertasinya, Gus Fawait juga mengungkap bahwa keberhasilan belanja pemerintah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang tersedia, tetapi terutama pada kualitas pelaksanaannya. Program yang dieksekusi secara cepat, tepat sasaran, dan minim hambatan birokrasi akan mempercepat perputaran uang di masyarakat, meningkatkan pendapatan rumah tangga, memperkuat daya beli, serta membuka peluang kerja baru.
Pandangan tersebut dinilai selaras dengan berbagai indikator ekonomi Jember yang menunjukkan tren positif sepanjang awal tahun 2026.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus mampu diterjemahkan menjadi kesejahteraan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” menjadi salah satu substansi utama yang tercermin dalam penelitian doktoral tersebut.

Jember Tertinggi di Kawasan Sekar Kijang
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Jember saat ini menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang.
Adapun capaian pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah adalah:
Jember : 6,35 persen
Banyuwangi : 6,14 persen
Lumajang : 5,89 persen
Situbondo : 5,50 persen
Bondowoso : 5,42 persen
Dengan capaian tersebut, Jember unggul 0,39 poin di atas rata-rata Jawa Timur dan 0,74 poin di atas rata-rata nasional.
Bagi Gus Fawait, gelar Doktor Ilmu Ekonomi bukan sekadar capaian akademik pribadi. Gelar tersebut menjadi fondasi ilmiah sekaligus tanggung jawab moral untuk merumuskan kebijakan pembangunan berbasis data, riset, dan kebutuhan riil masyarakat.
Integrasi antara kajian akademik dan implementasi kebijakan publik diharapkan mampu menjaga tren pertumbuhan ekonomi Jember tetap positif, sekaligus mendorong penurunan angka kemiskinan, perluasan kesempatan kerja, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pinggiran.
Keberhasilan Jember ini menjadi contoh bahwa hasil penelitian akademik tidak harus berhenti di ruang kampus. Ketika diterjemahkan menjadi kebijakan yang tepat, riset dapat menjadi instrumen nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jurnalis: Wahyu Ade














