
Nasional (BGN) Pusat dan mitra SPPG dalam koordinasi program Makan Bergizi Gratis di Rumah Dinas Wakil Bupati Tulungagung, Jumat (15/5/2026).
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Tim Ahli Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat memperkuat koordinasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung melalui kunjungan kerja resmi di Tulungagung, Jumat (15/5/2026).
Kunjungan yang dipimpin Tenaga Ahli BGN Pusat, Njoto Suwignyo, tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan infrastruktur, standar pelayanan, serta penguatan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh program MBG sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
“Kami ingin program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, sinergi pusat dan daerah harus terus diperkuat agar pelaksanaan di lapangan berjalan optimal,” ujarnya.
Dalam forum koordinasi tersebut, BGN memaparkan bahwa Kabupaten Tulungagung memiliki sekitar 140 mitra SPPG yang diproyeksikan mendukung distribusi layanan MBG. Hingga tahap awal koordinasi, sekitar 50 mitra telah mengikuti proses konsolidasi dan pembahasan teknis.
Njoto Suwignyo menjelaskan, kesiapan dapur menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program nasional tersebut. Menurutnya, fasilitas dapur harus memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan kelayakan sanitasi agar kualitas makanan yang diterima masyarakat tetap terjaga.
“Program ini tidak hanya soal distribusi makanan, tetapi juga memastikan kualitas dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat,” jelasnya.
BGN bersama pemerintah daerah saat ini juga terus mendorong percepatan proses administrasi dan verifikasi agar dapur yang telah memenuhi persyaratan dapat segera beroperasi secara optimal.
Selain kesiapan infrastruktur, Tim Ahli BGN Pusat turut menekankan pentingnya peran tenaga ahli gizi dalam mendukung keberhasilan program MBG. Menurut Njoto, pengawasan gizi dan kualitas makanan menjadi faktor utama dalam menjaga efektivitas program.
Tenaga ahli gizi tidak hanya bertugas menghitung kebutuhan nutrisi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga memastikan proses pengolahan hingga penyajian makanan sesuai standar kesehatan.
“Tenaga ahli gizi memiliki peran strategis dalam memastikan makanan yang diberikan benar-benar sehat, aman, dan sesuai kebutuhan penerima manfaat,” katanya di Rumah Dinas Wabup Tulungagung.
BGN juga mendorong pemerataan layanan MBG hingga wilayah yang belum terjangkau, termasuk melalui pengembangan dapur mandiri dan optimalisasi fasilitas dapur umum masyarakat sesuai standar nasional.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Tulungagung, Bagus Kuncoro, turut memaparkan progres pemetaan distribusi dan kesiapan logistik program. Sementara perwakilan mitra SPPG, Joko Ibrahim, menjelaskan kesiapan armada distribusi serta fasilitas dapur di lapangan.
Melalui penguatan koordinasi tersebut, Tulungagung diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis yang efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Jurnalis : Pandhu













