160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Jairi Irawan Gaungkan Gerakan Sadar Sehat dan Kebangkitan Industri Kreatif Tulungagung

Jairi Irawan, M.KP anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil VI meliputi : Kabupaten Blitar, , Kota Blitar dan Kabuortfgf
Jairi Irawan brsama Y. Bagus Kuncoro Kepala Bappeda Tulungagung, Aris Dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Jajaran Pengurus DPD Partai Golkar Tulungagung dan pegiat film ,  tamu undangan saat Gaungkan Gerakan Sadar Sehat dan Kebangkitan Industri Kreatif Tulungagung.

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Jairi Irawan  Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII  meliputi Kabupaten Blitar, Kota Blitar, dan Kabupaten Tulungagung,  menyerukan gerakan nyata membangun masyarakat sehat sekaligus mendorong kebangkitan industri kreatif lokal dalam kegiatan “Sosialisasi Gerakan Sadar Sehat: Dari Pengobatan Menuju Pencegahan”, Selasa (24/2/2026), di Azana Hotel Tulungagung.

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur yang juga Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung itu menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur fisik. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama agar Tulungagung mampu bertahan dan melompat maju di tengah perubahan zaman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappeda Tulungagung, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, jajaran pengurus DPD, komunitas seni, sineas lokal, serta generasi muda kreatif lintas bidang.
Forum yang dikemas dialogis itu berkembang melampaui agenda seremonial. Di tengah dinamika sosial dan percepatan digitalisasi, pertemuan tersebut menjelma menjadi ruang refleksi bersama tentang bagaimana Tulungagung menghadapi krisis kesehatan akibat gaya hidup modern sekaligus memaksimalkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Sekretaris DPD Golkar Tulungagung, Jarot, dalam pengantarnya menegaskan pentingnya kesiapan mental dan kultural menghadapi perubahan. Ia menyebut Tulungagung sebagai “masterpiece” yang harus dirawat melalui kolaborasi lintas generasi.

750 x 100 AD PLACEMENT

Memasuki sesi utama, Jairi memaparkan fakta lapangan yang dinilai mengkhawatirkan. Hampir setiap pekan, ia menerima permintaan bantuan rujukan warga ke rumah sakit besar seperti RSUD Dr. Soetomo, RSUD Dr. Saiful Anwar, dan RSUD Dr. Soedono.
“Sebagian besar sudah dalam kondisi berat. Jantung, diabetes, komplikasi. Banyak yang datang saat sudah stadium lanjut,” ungkapnya.

Ia menilai pola hidup instan—konsumsi gula berlebih, minuman kemasan, serta minim aktivitas fisik—menjadi kombinasi berbahaya yang dapat berubah menjadi “bom waktu” kesehatan masyarakat.
“Kita terlalu fokus pada pengobatan, padahal pencegahan jauh lebih murah dan menyelamatkan,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, ia mengajak masyarakat membiasakan konsumsi air putih dengan rasio satu liter per 20 kilogram berat badan per hari, menerapkan pola makan seimbang, serta membatasi asupan gula.

Tak hanya soal kesehatan, Jairi juga menyoroti potensi Tulungagung di sektor ekonomi kreatif, mulai dari Geopark, kesenian Reog Kendang, hingga tumbuhnya sineas muda dengan film independen. Forum malam itu turut diwarnai nonton bareng film lokal “Pangilon” sebagai simbol apresiasi karya anak daerah. Namun ia mengingatkan, apresiasi tanpa sistem tidak cukup.

750 x 100 AD PLACEMENT

Komunitas seni perlu membangun struktur yang lebih kuat, seperti komite film atau komite kriya, agar mampu mengakses dukungan kebijakan dan pendanaan berkelanjutan.
“Kita tidak bisa bergerak sporadis. Harus terorganisir,” ujarnya.

Ia juga mengkritik budaya politik yang cenderung musiman. Menurutnya, setiap anggota dewan memiliki 48 titik sosialisasi per tahun yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang kolaborasi lintas fraksi.

Forum tersebut menegaskan bahwa pembangunan Tulungagung membutuhkan pendekatan holistik—kesehatan, pendidikan, budaya, dan ekonomi kreatif harus berjalan beriringan.

Pesan yang mengemuka jelas: Tulungagung harus membangun manusia yang sehat, sadar, dan kreatif agar tidak sekadar bertahan, tetapi mampu melompat maju di tengah arus perubahan zaman.

750 x 100 AD PLACEMENT

Jurnalis: Pandhu/Rif

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !