StrategyTulungagung

Yayasan Nandur Becik Gandeng BNI Edukasi Keamanan Transaksi Digital

×

Yayasan Nandur Becik Gandeng BNI Edukasi Keamanan Transaksi Digital

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, Harian-News.com — Yayasan Nandur Becik Thukul Becik menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menggelar sosialisasi “Transaksi Digital & Keamanan Mobile Banking” di Gedung Aula Pertemuan Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang didukung BNI sebagai sponsor tunggal tersebut diikuti pelaku UMKM, kelompok masyarakat, mahasiswa, pelajar, dan pengguna layanan transaksi digital.

Ketua Yayasan Nandur Becik Thukul Becik, Muhammad Hafidz Athoillah, mengatakan edukasi keamanan transaksi digital penting dilakukan seiring meningkatnya penggunaan mobile banking, e-wallet, dan QRIS.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada BNI yang telah menjadi sponsor tunggal sekaligus mitra dalam kegiatan edukasi ini. Perkembangan transaksi digital harus diikuti peningkatan kesadaran masyarakat mengenai keamanan,” ujarnya.
Antusias peserta.

Materi keamanan siber disampaikan Jarot Hartanto, pakar keamanan siber. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pesan, tautan, maupun file yang berpotensi digunakan untuk mengambil data pribadi dan akses rekening.

“Keamanan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga perilaku pengguna. Banyak kasus terjadi karena korban terburu-buru mempercayai pesan, tautan, atau file,” jelas Jarot.

Ia menegaskan masyarakat tidak boleh memberikan PIN, password, kode OTP, maupun data rahasia perbankan kepada pihak lain.

“Jika mendapatkan pesan mencurigakan, jangan panik dan jangan terburu-buru mengikuti instruksinya. Lakukan verifikasi melalui kanal resmi sebelum mengambil tindakan,” tambahnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga dikenalkan dengan sejumlah modus kejahatan digital, di antaranya phishing, social engineering, file APK berkedok undangan atau pemberitahuan kurir, pencurian OTP, serta upaya memperoleh data pribadi dan informasi rekening.

Salah satu peserta, Astutik, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai keamanan transaksi digital.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya menjadi lebih memahami cara bertransaksi digital dengan aman dan lebih mengenali berbagai modus penipuan melalui pesan, tautan, maupun file,” katanya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Peserta juga dapat menyampaikan pengalaman maupun persoalan yang dihadapi dalam penggunaan layanan perbankan digital.

Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Nandur Becik Thukul Becik berharap literasi keamanan digital masyarakat Tulungagung semakin meningkat sehingga kemudahan transaksi digital diikuti kesadaran dalam melindungi data pribadi, rekening, dan akun digital.

Jurnalis: Pandhu
Harian-News.com