DaerahPemerintahanTulungagung

Negara Hadir Jaga Daya Beli Warga, Kecamatan Boyolangu Gelar Pasar Murah Jelang Idul Adha

×

Negara Hadir Jaga Daya Beli Warga, Kecamatan Boyolangu Gelar Pasar Murah Jelang Idul Adha

Sebarkan artikel ini

Yusuf Riyadhi, Camat Boyolangu, Tulungagung.

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Pemerintah Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, bergerak cepat menghadapi mulai naiknya harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447/2026.

Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Balai Desa Ngranti, Kamis (21/5/2026), pemerintah menunjukkan kehadiran negara untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

Kegiatan pasar murah tersebut digelar di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi lonjakan harga bahan pangan yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah kecamatan menilai stabilitas harga kebutuhan pokok harus dijaga agar tekanan ekonomi tidak semakin membebani warga, terutama kalangan berpenghasilan rendah.

Camat Boyolangu, Yusuf Riyadhi, menegaskan pemerintah tidak boleh tinggal diam ketika masyarakat mulai kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Pemerintah harus hadir ketika masyarakat mulai kesulitan menjangkau kebutuhan pokok. Karena itu, pasar murah ini kami lakukan untuk membantu warga sekaligus menjaga stabilitas harga,” ujar Yusuf Riyadhi di sela kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah kecamatan menerapkan pembatasan pembelian untuk setiap warga guna mencegah aksi pemborongan maupun penimbunan barang yang dapat memicu ketimpangan distribusi pangan di masyarakat.

Warga antusias mendatangi stand Gerakan Pasar Murah (GPM) yang diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Boyolangu.

Kegiatan tersebut juga berada dalam pengawasan tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Bappeda Kabupaten Tulungagung untuk memastikan distribusi bahan pangan berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.

Melalui kerja sama dengan Bulog, sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan bahan dapur lainnya dijual dengan harga di bawah pasaran. Langkah ini diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Tak hanya melibatkan Bulog, Pemerintah Kecamatan Boyolangu juga menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Produk-produk UMKM diperbolehkan dipasarkan dalam kegiatan tersebut dengan ketentuan harga tetap lebih rendah dibanding harga umum di pasar.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah turut melibatkan Tim Penggerak PKK, pemerintah desa, serta unsur masyarakat di wilayah Kecamatan Boyolangu. Sejak pagi hari, warga tampak memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.

Yusuf Riyadhi mengakui pemerintah tidak memiliki kewenangan penuh mengendalikan harga di pasar bebas. Namun demikian, menurutnya pemerintah daerah tetap harus mengambil langkah konkret agar dampak gejolak harga tidak sepenuhnya dirasakan masyarakat.
“Pasar memang bergerak dinamis. Tetapi pemerintah tidak boleh pasif. Masyarakat harus diberikan akses terhadap bahan pangan dengan harga yang masih bisa dijangkau,” tegasnya.

Ia memastikan kegiatan pasar murah akan terus digelar secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan harga pangan, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan maupun kondisi tertentu yang memicu kenaikan harga.

Melalui Gerakan Pangan Murah tersebut, Pemerintah Kecamatan Boyolangu berharap tekanan inflasi daerah dapat ditekan sekaligus menjaga daya beli masyarakat tetap kuat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Idul Adha.

Jurnalis : Pandhu