Seni Budaya

Jaranan Sentherewe Kian Mendunia, Youth Cultural Fest 2026 Sedot Ribuan Penonton

×

Jaranan Sentherewe Kian Mendunia, Youth Cultural Fest 2026 Sedot Ribuan Penonton

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Lapangan Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur berubah menjadi lautan manusia pada Sabtu (27/6/2026) malam. Ribuan warga memadati lokasi pembukaan Youth Cultural Fest – Festival Jaranan Sentherewe 2026, membuktikan bahwa kesenian tradisional tetap memiliki daya tarik kuat di tengah derasnya arus modernisasi.

Festival yang berlangsung selama 27–28 Juni 2026 tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur dengan mengusung tema “Ayo Lestarikan Warisan Budaya!”.

Tak sekadar menjadi panggung hiburan rakyat, kegiatan ini juga menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan puluhan pelaku UMKM.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, S.E., M.Si.,

Sorak-sorai penonton pecah ketika kelompok-kelompok Jaranan Sentherewe mulai memasuki arena pertunjukan. Iringan gamelan, tabuhan kendang, dan lengkingan selompret menyatu dengan antusiasme masyarakat yang telah memadati lokasi sejak sore hari.

Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa Jaranan Sentherewe bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi tetap hidup, berkembang, dan dicintai masyarakat Tulungagung hingga kini.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, S.E., M.Si., menegaskan bahwa festival ini bukan hanya hiburan rakyat, tetapi langkah nyata menjaga eksistensi budaya lokal yang telah menjadi identitas Kabupaten Tulungagung.

Menurutnya, Jaranan Sentherewe yang telah memperoleh pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2025 harus terus dijaga melalui pelestarian berkelanjutan dan keterlibatan generasi muda.
“Pengakuan terhadap Jaranan Sentherewe harus menjadi semangat untuk terus merawat, mengembangkan, dan mewariskan budaya ini kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Dalam momentum Bulan Bung Karno, Erma juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali nilai Trisakti, khususnya prinsip berkepribadian dalam kebudayaan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival, Gibrelin Suteya Laudri, menyebut kegiatan ini lahir dari inisiatif anak muda yang ingin memastikan seni tradisional tidak tergerus perkembangan zaman.
“Anak muda harus menjadi pelaku utama pelestarian budaya. Festival ini kami hadirkan sebagai ruang untuk menunjukkan bahwa tradisi tetap dapat berkembang dan dicintai di era modern,” ujarnya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Erma Susanti, S.E., M.Si., bersama Panitia dan Kades Gilang

Sebanyak sepuluh kelompok jaranan tampil memukau dalam festival tersebut. Berdasarkan estimasi panitia melalui jumlah kendaraan yang memasuki area parkir, jumlah pengunjung malam pembukaan diperkirakan mencapai 800–1.000 orang.

Keberhasilan pelaksanaan tahun ini menjadi modal besar untuk menjadikan Youth Cultural Fest sebagai agenda budaya tahunan Kabupaten Tulungagung, sekaligus memperkuat Jaranan Sentherewe sebagai ikon budaya daerah dan destinasi wisata budaya yang berdampak pada perekonomian masyarakat.

Jurnalis : Pandhu