TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Di tengah dinamika politik nasional yang semakin menghangat, BMI (Relawan Bolone Mase Indonesia) Kabupaten Tulungagung memilih menebar pesan damai. Bukan sekadar menyampaikan sikap politik, mereka juga memanjatkan doa agar Indonesia tetap aman, tenteram, dan jauh dari perpecahan.
Pesan tersebut disampaikan Aziz, Korda BMI Tulungagung, dalam pertemuan di mushola kediamannya, Rabu malam (26/8/2026). Pertemuan itu menjadi ruang untuk menyampaikan sikap sekaligus menegaskan komitmen relawan menjaga persatuan dan kondusivitas bangsa.
Dengan bahasa santun, memadukan bahasa Jawa halus dan bahasa Indonesia, Aziz menegaskan bahwa dinamika politik harus disikapi secara dewasa. Perbedaan pilihan maupun kepentingan politik jangan sampai berkembang menjadi konflik yang merusak persaudaraan sesama anak bangsa.
“Yang paling penting jangan sampai perbedaan pilihan dan kepentingan politik justru merusak persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” pesannya.

Menurut Aziz, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus tetap dibarengi tanggung jawab sehingga tidak berujung pada kekerasan, kerusuhan, korban maupun kerugian masyarakat.
Karena itu, Relawan BMI memilih mendoakan agar setiap rangkaian penyampaian aspirasi di Tanah Air berjalan aman, tertib, damai, dan tidak menimbulkan korban.
Doa untuk Indonesia
Bagi Relawan Bolone Mase Indonesia Tulungagung, kepentingan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan politik.
“Persatuan dan kesatuan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan politik,” tegas Aziz.
Mereka berharap Indonesia tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat, meski memiliki pilihan politik yang berbeda. Polarisasi politik, menurut mereka, jangan sampai kembali membuka sekat-sekat sosial di tengah masyarakat.

Doa juga disampaikan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran RR mampu menjalankan amanah pemerintahan dengan baik hingga akhir masa jabatan.
Dukungan terhadap pemerintahan yang sah tersebut, lanjut Aziz, bukan berarti menutup ruang kritik. Aspirasi dan kritik masyarakat tetap merupakan bagian penting dari demokrasi, sepanjang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab.
Pemerintah Diminta Mendengar Suara Rakyat
Selain mengimbau masyarakat menjaga ketertiban, Relawan Bolone Mase juga meminta pemerintah membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
Demokrasi, menurut mereka, bukan hanya soal kebebasan menyampaikan pendapat. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk mendengar, mengkaji, dan merespons suara masyarakat secara adil dan bijaksana.
Mereka juga berharap aparat keamanan menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan pendekatan persuasif ketika masyarakat menyampaikan aspirasi.
Aziz menegaskan, sikap yang disampaikan relawan bukan semata-mata pembelaan terhadap kepentingan politik tertentu. Keprihatinan dan doa yang mereka sampaikan berangkat dari harapan agar keutuhan NKRI tetap terjaga.
Pesan dari Tulungagung
Dinamika politik nasional, menurut Aziz, harus menjadi momentum untuk memperkuat kedewasaan demokrasi, bukan memperlebar perbedaan.
Kritik tetap diperlukan. Aspirasi rakyat harus didengar. Pemerintah harus responsif. Namun masyarakat juga memiliki tanggung jawab memastikan kebebasan menyampaikan pendapat tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan kepentingan umum.
J
Pada akhirnya, menjaga stabilitas nasional bukan hanya tugas pemerintah dan aparat keamanan. Seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga Indonesia tetap damai.
Dari Tulungagung, pesan itu kembali ditegaskan: pilihan politik boleh berbeda, kritik boleh disampaikan, tetapi persaudaraan dan persatuan Indonesia harus tetap dijaga.
Doa untuk Indonesia: semoga negeri ini senantiasa diberi kedamaian, dijauhkan dari perpecahan, dan seluruh anak bangsa diberi kekuatan untuk menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jurnalis: Pandhu















