160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Diterpa Produk Murah Impor, Perajin Jatim Kompak Perkuat Kolaborasi dan Ekspansi Pasar

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Perajin kerajinan tangan di Jawa Timur menghadapi tekanan yang semakin kuat akibat membanjirnya produk fabrikasi massal berharga murah ke pasar domestik. Kondisi ini mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkuat kolaborasi serta memperluas jangkauan pemasaran.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan silaturahmi dan Halal Bihalal Asosiasi Handicraft Jawa Timur (AHJ) yang digelar di Joglo Tandhingan, Tulungagung, Senin (20/4/2026).

Ketua Umum AHJ, Cici Rahmawati, mengatakan organisasinya terus membangun semangat kebersamaan dan kesetaraan antar anggota guna memperkuat solidaritas di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
“Di dalam organisasi ini tidak ada sekat. Kita semua adalah pelaku UMKM yang memiliki tujuan sama, yaitu berkembang bersama,” ujarnya.

Menurut Cici, tantangan utama yang dihadapi para perajin saat ini adalah persaingan dengan produk massal impor yang dijual jauh lebih murah. Meski demikian, ia optimistis produk kerajinan tangan lokal tetap memiliki keunggulan dari sisi kualitas, kreativitas, dan nilai seni.

750 x 100 AD PLACEMENT

Karena itu, AHJ mendorong seluruh anggota untuk terus aktif berproduksi, meningkatkan inovasi, serta terlibat dalam program pemasaran bersama guna memperluas pangsa pasar.

Sementara itu, Ketua AHJ Koordinator Wilayah Tulungagung, Sri Hidayatun Ningsih, mengungkapkan bahwa pasar kerajinan di daerah masih menghadapi sejumlah kendala. Selain keterbatasan kapasitas produksi, para perajin juga harus bersaing dengan produk dari luar daerah.
“Penjualan di pasar lokal masih cukup menantang. Namun kami yakin produk lokal tetap memiliki daya saing,” kata perempuan yang akrab disapa Bu Ida tersebut.

Ia menyebutkan, saat ini AHJ Tulungagung memiliki sekitar 150 anggota yang terus didorong memperluas jaringan pemasaran. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengikuti pameran di berbagai daerah seperti Bojonegoro, Jombang, Kediri, Surabaya, hingga Malang.

Selain itu, pemanfaatan platform digital juga mulai dioptimalkan. Menurut Bu Ida, peran generasi muda sangat penting dalam mendorong pemasaran melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.
“Penjualan secara daring menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan, karena pola konsumsi masyarakat juga mulai berubah,” jelasnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Dalam kegiatan tersebut, AHJ mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kolaborasi, Mewujudkan Handicraft Jawa Timur yang Mendunia.” Tema ini mencerminkan pentingnya menjaga hubungan antar pelaku usaha sekaligus memperkuat sinergi untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, para perajin berharap produk kerajinan Jawa Timur tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga menembus pasar internasional.

Jurnalis : Pandhu

750 x 100 AD PLACEMENT

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !