
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kabupaten Tulungagung dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan daya saing melalui pemasaran digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Optimalisasi Konten bertema Membangun Personal Branding & Business Branding Melalui Sosial Media di Barata Entertainment, Hotel Barata Tulungagung, Rabu–Kamis (30 September–1 Oktober 2026).
Sebanyak 35 peserta terpilih dari 94 pendaftar mengikuti pelatihan yang membekali mereka dengan keterampilan membuat konten, membangun identitas usaha, serta memasarkan produk melalui media sosial.
Wakil Ketua II BAZNAS Tulungagung Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Moh. Fatah Masrun, M.Si., menjelaskan program ini menyasar kelompok asnaf, yakni masyarakat yang berhak menerima zakat. Tujuannya, mendorong penerima manfaat agar semakin produktif, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Transformasinya bukan hanya bagaimana mereka produktif, tetapi bagaimana mereka bisa mandiri,” menjadi pesan utama dalam program pemberdayaan tersebut.
BAZNAS juga menyiapkan pendampingan selama tiga bulan setelah pelatihan. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui komunikasi daring untuk memantau penerapan materi dalam pengembangan usaha peserta.
Program yang dibiayai dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemasaran dan omzet UMKM. Dalam jangka panjang, mustahik diharapkan dapat berkembang menjadi muzakki atau setidaknya memiliki kemampuan untuk berinfak.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Tulungagung, Makrus Manan, yang hadir mewakili Plt Bupati Ahmad Baharudin, mengingatkan pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin dekat dengan platform digital.

Menurutnya, Tulungagung memiliki sekitar 140.000–150.000 unit UMKM. Besarnya jumlah tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha untuk memperkuat kualitas produk, kemasan, dan strategi pemasaran.
Makrus juga mendorong UMKM mempersiapkan diri menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Jawa Timur di Tulungagung pada 2027. Kehadiran ribuan kafilah dan peserta diproyeksikan membuka peluang ekonomi bagi sektor kuliner, oleh-oleh, kerajinan, dan jasa.
Workshop menghadirkan Edo Saputra, Founder Batavia Uniform sekaligus Digital Marketing Strategist, dan Gilang Adipratama sebagai pemateri. Agung Hartadi, Content Creator @pechatelur.id, turut hadir sebagai bintang tamu.
Melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, BAZNAS berharap pelaku UMKM tidak sekadar mampu membuat konten menarik, tetapi juga mengubah aktivitas digital menjadi transaksi dan peningkatan pendapatan.
Program ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan dana ZIS untuk pemberdayaan ekonomi produktif, sehingga penerima manfaat memiliki kesempatan membangun usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Jurnalis: Pandhu













