
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.M., mendorong siswa SMK di Tulungagung tidak sekadar mengandalkan ijazah saat memasuki dunia kerja. Kompetensi, kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa asing, hingga pemahaman migrasi aman dinilai menjadi bekal penting menghadapi persaingan kerja global.
Pesan itu disampaikan Heru dalam kegiatan Edukasi Perlindungan dan Migrasi Aman dalam rangka Mendukung SMK Go Global di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Kabupaten Tulungagung, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penting di tengah tingginya minat warga Tulungagung bekerja ke luar negeri. Data yang disampaikan dalam kegiatan itu mencatat sebanyak 6.190 warga Tulungagung berangkat bekerja ke luar negeri sepanjang 2025. Sementara hingga April 2026, lebih dari 1.000 orang telah mendaftar bekerja ke luar negeri, dengan rata-rata sekitar 20 permohonan setiap hari.
Namun, peluang tersebut juga menyimpan risiko. Disnakertrans Tulungagung mencatat 22 kasus persoalan ketenagakerjaan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Heru menegaskan, kesiapan menuju dunia kerja global harus dibangun sejak bangku sekolah. Penguasaan hard skill harus berjalan bersama kemampuan komunikasi agar kompetensi yang dimiliki lulusan benar-benar dapat digunakan di lingkungan profesional.
“Kompetensi teknis adalah fondasi yang wajib dimiliki, namun komunikasi adalah jembatan yang menghubungkan kemampuan tersebut dengan peluang yang lebih luas,” pesan Heru dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kemampuan komunikasi dibutuhkan ketika pekerja berinteraksi dengan rekan kerja, atasan maupun klien. Kemampuan bahasa asing juga menjadi nilai tambah, terutama bagi siswa yang membidik pasar kerja internasional.
Bahasa Inggris dan bahasa Jepang, misalnya, perlu dipersiapkan sejak bangku sekolah maupun melalui lembaga pelatihan kerja.
Jangan Tergiur Jalan Pintas
Selain kompetensi, Heru juga mengingatkan calon pekerja migran agar tidak mudah tergiur tawaran kerja dengan iming-iming proses cepat dan penghasilan besar.
Jalur resmi harus menjadi pilihan utama agar proses administrasi dan penempatan dapat dipertanggungjawabkan. Pekerja yang berangkat melalui prosedur tidak resmi berpotensi berada dalam posisi lebih rentan ketika menghadapi persoalan di negara tujuan.
Pesan tersebut kemudian dipraktikkan langsung dalam sesi interaktif. Sejumlah siswa diminta maju menjawab pertanyaan secara spontan.
Siswa jurusan Agribisnis Ternak Ruminansia diuji mengenai pengetahuan dasar peternakan. Sementara siswa Pengolahan Hasil Perikanan diminta menjelaskan proses industri perikanan mulai pembenihan, budidaya, pascapanen hingga penyimpanan di cold storage sebelum komoditas masuk pasar ekspor.
Bagi Heru, keberanian berbicara, kemampuan menyampaikan gagasan dengan jelas serta tetap percaya diri dalam tekanan merupakan bagian dari kesiapan memasuki dunia profesional.
Pemda Perkuat Kompetensi Siswa
Sementara itu, Plt Kepala Disnakertrans Kabupaten Tulungagung Agus Pamungkas mengatakan lulusan SMK membutuhkan lebih dari sekadar ijazah. Mereka harus memiliki keterampilan praktis, pengalaman kerja dan kesiapan menghadapi lingkungan profesional.
Pemkab Tulungagung melalui BLK menyediakan pelatihan vokasi dalam berbagai bidang, antara lain otomotif, tata boga, kecantikan, barista, administrasi perkantoran, digital marketing dan desain grafis.
Pelatihan tersebut juga dilengkapi kesempatan magang di industri lokal. Peserta mendapatkan uang saku dan berpeluang memperoleh sertifikat kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Program SMK Go Global pada akhirnya tidak cukup hanya membuka akses lulusan menuju pasar kerja internasional.
Yang jauh lebih penting adalah memastikan calon pekerja mengetahui ke mana harus berangkat, melalui jalur apa, apa haknya, serta siapa yang memberikan perlindungan ketika terjadi persoalan.

Sinergi pemerintah daerah, BP3MI Jawa Timur, Kementerian P2MI/BP2MI, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan kerja, BPJS Ketenagakerjaan dan instansi terkait menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan pekerja migran.
Bagi siswa SMK, dunia kerja global memang menawarkan peluang besar. Tetapi peluang itu harus dikejar dengan kompetensi, keberanian, komunikasi dan migrasi yang aman serta legal.













