H. Fuad Ashari, S.T., Wakil Ketua Komisi C DPRD Tulungagung dari Fraksi PKB.
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyiapkan tambahan anggaran lebih dari Rp8 miliar melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) untuk mengejar target Universal Health Coverage (UHC) 98 persen pada akhir 2027.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Tulungagung dari Fraksi PKB, H. Fuad Ashari, S.T., menegaskan bahwa DPRD akan mengawal ketat kebijakan tersebut agar tidak hanya berorientasi pada capaian angka, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat miskin yang membutuhkan layanan kesehatan.
“Target kita akhir 2027 bisa mencapai 98 persen. Ada tambahan anggaran sekitar Rp8 miliar lebih melalui PAK untuk mempercepat pencapaian itu,” ujar Fuad dalam wawancara dengan Harian News, Jumat (14/8/2026).
Menurut Fuad, DPRD menekankan pentingnya pemetaan secara jelas terhadap warga yang belum tercakup dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ketidakikutsertaan tersebut dapat disebabkan oleh data kependudukan yang belum sinkron, perubahan kondisi ekonomi, maupun status kepesertaan yang belum diperbarui.
Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi data antara Disdukcapil, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan. DPRD meminta agar seluruh data kependudukan, kondisi sosial ekonomi, hingga kepesertaan jaminan kesehatan benar-benar akurat, terpadu, dan mutakhir.
“Jangan sampai masyarakat miskin yang sedang sakit tidak bisa mendapatkan pelayanan hanya karena masalah kepesertaan. Pelayanan kesehatan adalah pelayanan dasar,” tegas Fuad.
Lebih lanjut, DPRD mendorong pemerintah daerah untuk menghilangkan ego sektoral dan memastikan setiap rupiah APBD yang dialokasikan untuk jaminan kesehatan benar-benar tepat sasaran.
Fuad menegaskan, keberhasilan UHC tidak hanya diukur dari persentase kepesertaan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dapat mengakses pengobatan tanpa hambatan administratif.
Target UHC 98 persen pada 2027, lanjut Fuad, harus menjadi komitmen yang dapat diuji publik. DPRD meminta pemerintah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap warga yang belum terlindungi, mengidentifikasi penyebabnya, serta menyiapkan langkah konkret untuk menutup seluruh celah kepesertaan.
Jurnalis: Pandhu













