Bisnis

Ketua Komisi B DPRD : Ekonomi Tulungagung Menguat, Tapi BUMDes Masih Tertinggal

×

Ketua Komisi B DPRD : Ekonomi Tulungagung Menguat, Tapi BUMDes Masih Tertinggal

Sebarkan artikel ini

Ketua Komisi B DPRD Tulungagung, Widodo Prasetyo, S.P., M.M.A.(foto by Pandhu)

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Perekonomian Kabupaten Tulungagung dinilai menunjukkan tren positif. Namun, geliat ekonomi tersebut masih menyisakan pekerjaan rumah, terutama pada sektor pertanian, UMKM, dan BUMDes.

Ketua Komisi B DPRD Tulungagung, Widodo Prasetyo, S.P., M.M.A., mengatakan kondisi ekonomi daerah cukup baik. Hal itu disampaikan dalam wawancara dengan Harian News, Jumat (15/8/2026).

Di sektor pertanian, harga gabah saat ini dinilai masih menguntungkan petani. Meski demikian, biaya produksi seperti pupuk, perawatan, tenaga kerja dan kebutuhan operasional masih cukup tinggi.

“Biaya produksi memang cukup tinggi. Tetapi harga jual hasil panen, khususnya gabah, sekarang juga tinggi. Jadi margin yang diterima petani masih cukup baik,” kata Widodo.

Menurutnya, pemerintah tetap perlu menjaga stabilitas harga pangan melalui program seperti Gerakan Pangan Murah. Kebijakan tersebut harus dibarengi penguatan produksi dan distribusi agar harga pangan tetap terjangkau masyarakat.

Sementara itu, aktivitas UMKM juga dinilai masih menggeliat. Keramaian pusat perdagangan hingga kawasan Besuki dan Jalur Niama menunjukkan transaksi ekonomi masyarakat tetap bergerak.

Namun, Widodo mengingatkan UMKM masih menghadapi persoalan modal, pemasaran, legalitas, digitalisasi dan akses pasar.

Yang menjadi sorotan justru sektor ekonomi desa.

Widodo mengakui secara umum kinerja BUMDes di Tulungagung belum maksimal. Padahal, BUMDes diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa.

“BUMDes harus dikelola secara profesional dan disesuaikan dengan potensi masing-masing desa,” ujarnya.

Karena itu, evaluasi BUMDes perlu dilakukan secara konkret. Pemerintah dan DPRD harus memiliki data mana BUMDes yang sehat, stagnan, merugi, maupun yang benar-benar memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan ekonomi Tulungagung tidak cukup dilihat dari ramainya pasar dan pusat perdagangan. Ukuran utamanya adalah meningkatnya pendapatan masyarakat, kesejahteraan petani, penguatan UMKM, serta tumbuhnya ekonomi desa.

Optimisme ekonomi harus dibuktikan dengan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Jurnalis: Pandhu