Kopi Jos Jis Siap Bidik Pasar Nasional hingga Ekspor
BLITAR, HARIAN-NEWS.com — Wakil Bupati Blitar Beky memperkenalkan produk kopi premium “Kopi Jos Jis” dalam ajang Blitaria Expo 2026 yang digelar di Alun-Alun Kanigoro, Kamis (6/8/2026). Produk kopi lokal asal Desa Tawangrejo, Kecamatan Wonodadi itu menjadi salah satu daya tarik dalam pameran yang merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar.
Blitaria Expo 2026 menjadi etalase berbagai potensi unggulan daerah, mulai dari produk UMKM, Industri Kecil dan Menengah (IKM), inovasi pelayanan publik, hingga hasil pembinaan pemerintah daerah.
Di sela pembukaan expo, Beky yang juga penggagas Kopi Jos Jis menjelaskan bahwa produk tersebut hadir dengan konsep kopi murni premium yang menggabungkan biji kopi Arabika dan Robusta pilihan tanpa campuran bahan lain.
“Nama Jos Jis terinspirasi dari kata ‘jos’ yang berarti luar biasa. Kami ingin menghadirkan kopi dengan kualitas terbaik dan cita rasa yang khas,” ujar Beky.
Menurutnya, seluruh proses produksi Kopi Jos Jis dilakukan di Desa Tawangrejo, Wonodadi. Bahan baku diperoleh dari pengumpul kopi lokal di wilayah Blitar sehingga turut mendorong pemberdayaan petani dan pelaku usaha kopi daerah.
Pada tahap awal, Kopi Jos Jis menghadirkan dua varian utama, yakni Kopi Murni Arabika-Robusta dan Kopi Plus Gula. Produk ini diposisikan sebagai kopi premium yang menyasar berbagai segmen pasar.
Beky menegaskan, ke depan Kopi Jos Jis tidak hanya menyasar pasar lokal Kabupaten Blitar, tetapi juga ditargetkan mampu menembus pasar nasional hingga ekspor.
“Kami ingin kopi asli Blitar memiliki daya saing yang kuat dan dikenal lebih luas. Potensi kopi daerah sangat besar untuk dikembangkan,” katanya.
Peluncuran resmi Kopi Jos Jis dijadwalkan berlangsung pada 9 Agustus 2026 di Desa Tawangrejo, Kecamatan Wonodadi. Pada kesempatan tersebut, produsen juga akan mengumumkan harga resmi produk kepada masyarakat.
Dengan hadirnya Kopi Jos Jis di Blitaria Expo 2026, Beky berharap produk kopi lokal Kabupaten Blitar semakin dikenal sekaligus menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah.
Jurnalis: Etok













