Pemerintahan

Stunting Desa Tenggur Turun ke 2,21 Persen, TP PKK Tulungagung Tekankan Pendampingan Berkelanjutan

×

Stunting Desa Tenggur Turun ke 2,21 Persen, TP PKK Tulungagung Tekankan Pendampingan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Ny. Yuyun Ahmad Plt Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung.

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan, mencatat prevalensi stunting sebesar 2,21 persen berdasarkan hasil Penimbangan Bulan Timbang Juli 2026. Angka tersebut lebih rendah dibanding rata-rata Kabupaten Tulungagung yang masih berada di angka 5,12 persen.

Capaian itu menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Plt Ketua TP PKK Kabupaten Tulungagung, Ny. Yuyun Ahmad Baharudin, di Balai Desa Tenggur, Rabu (5/8/2026). Kegiatan dihadiri Camat Rejotangan Didi Jarot Widodo Nursamsu, A.P., Kepala Desa Tenggur Zaenal Fanani, jajaran TP PKK, kader Posyandu, dan kader Dasawisma se-Kecamatan Rejotangan.

Ny. Yuyun mengapresiasi keberhasilan Desa Tenggur dalam menekan angka stunting. Namun, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak terlena dengan capaian tersebut.

“Penurunan angka stunting harus dijaga melalui pendampingan yang konsisten. Program kesehatan tidak boleh berhenti pada laporan atau kegiatan seremonial, tetapi harus benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kebersamaan

Data menunjukkan dari 317 balita di Desa Tenggur, hanya tujuh balita yang masih terindikasi stunting. Angka tersebut lebih rendah dibanding akhir tahun 2025 yang mencapai 3 persen dan juga berada di bawah rata-rata Kecamatan Rejotangan sebesar 2,68 persen.

Menurut Ny. Yuyun, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Puskesmas Rejotangan dan Banjarejo, serta kader Posyandu yang aktif melakukan pemantauan kesehatan ibu dan anak hingga tingkat keluarga.

Selain menyoroti isu kesehatan, ia juga mengingatkan pentingnya pola pengasuhan anak di era digital melalui program Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI). Keluarga didorong tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga memberikan pendampingan dalam penggunaan teknologi dan media digital.

TP PKK juga terus mendorong penguatan ekonomi keluarga melalui program Gelar Pelangi dan koperasi, serta meningkatkan budaya literasi melalui Rumah Dilan.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Yuyun turut menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengapresiasi pelaksanaannya di Desa Tenggur, namun menilai perlu adanya evaluasi agar kualitas gizi yang diberikan tetap terjaga dan sesuai kebutuhan anak.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Banyak kader yang tetap aktif menjalankan tugas meski telah berusia lanjut.

“Kader Posyandu memiliki peran besar dalam keberhasilan penanganan stunting. Karena itu perlu dipikirkan regenerasi kader agar pelayanan kepada masyarakat tetap berkelanjutan,” katanya.

Sebagai langkah lanjutan, TP PKK Kabupaten Tulungagung meluncurkan program Kemping Asik (Kader Pendamping ASI Eksklusif). Program ini menugaskan satu hingga dua kader untuk mendampingi ibu menyusui di lingkungan sekitar tempat tinggalnya guna memastikan pemberian ASI eksklusif berjalan optimal.

Ny. Yuyun berharap upaya yang telah dilakukan Desa Tenggur dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam menekan angka stunting melalui kolaborasi yang kuat dan pendampingan berkelanjutan.

Jurnalis : Pandhu