MALANG KOTA, HARIAN-NEWS com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Malang Kota menggelar lomba mural bertema “Suara Kita” di Malang Creative Center (MCC), Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lantai 4 gedung MCC tersebut diikuti 47 peserta dari berbagai komunitas seni mural di Kota Malang. Selain menjadi ruang kreativitas, lomba ini juga menjadi upaya preventif untuk menekan aksi vandalisme di ruang publik.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, membuka kegiatan secara resmi dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya perlombaan.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Putu Kholis mengatakan, rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara tahun ini difokuskan pada aktivitas yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk memberikan ruang kreatif bagi generasi muda.
“Melalui lomba mural ini, kami ingin menghadirkan ruang ekspresi kreatif yang edukatif, bahkan terbuka terhadap kritik yang membangun. Seni mural merupakan media komunikasi visual yang efektif menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk pendekatan humanis kepolisian sekaligus memperkuat sinergi dengan komunitas kreatif di Kota Malang.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rakhmat Adji Prabowo, menjelaskan bahwa lomba mural bukan sekadar kompetisi seni, tetapi juga sarana membangun kesadaran sosial.
“Kami ingin merangkul pelaku seni, generasi muda, termasuk penyandang disabilitas agar dapat menyalurkan kreativitas secara positif dan produktif,” jelasnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini juga menjadi langkah konkret mencegah vandalisme yang selama ini kerap merusak fasilitas umum.
“Vandalisme sering muncul karena pelampiasan emosi atau keinginan mencari eksistensi dengan mencoret tembok tanpa izin. Padahal tindakan tersebut merugikan lingkungan dan melanggar norma maupun hukum,” tegasnya.
Melalui wadah resmi seperti lomba mural, lanjut AKP Rakhmat, para seniman dapat berkarya secara legal, terarah, dan memiliki nilai estetika sehingga mampu menekan potensi vandalisme di ruang publik.
Seleksi peserta telah dilakukan sejak 19-20 Mei 2026. Para peserta kemudian diberi waktu empat jam untuk menyelesaikan karya mural mereka, mulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB.
Setiap karya yang ditampilkan tidak hanya mengedepankan unsur artistik, tetapi juga memuat pesan moral dan sosial kepada masyarakat.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari peserta maupun pengunjung karena dinilai mampu memperkuat ekosistem seni kreatif di Kota Malang sekaligus membangun kedekatan antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan edukatif serta partisipatif.
Jurnalis: Teguh S













