FeatureTulungagung

Guru Pesantren Sepuh Zawiyah Dzikir Jama’i Wafat di Usia 38 Tahun, Jamaah dan Santri Berduka

×

Guru Pesantren Sepuh Zawiyah Dzikir Jama’i Wafat di Usia 38 Tahun, Jamaah dan Santri Berduka

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Keluarga besar Pesantren Sepuh Zawiyah Dzikir Jama’i Al Azhaar Kedungwaru, Tulungagung, berduka atas wafatnya salah satu pengasuh pesantren, Abdul Adhim, pada Senin (11/5/2026). Almarhum meninggal dunia di usia 38 tahun.

Kepergian Ustadz Abdul Adhim meninggalkan duka mendalam bagi para santri, jamaah, dan masyarakat sekitar yang mengenalnya sebagai sosok sederhana, aktif mendampingi jamaah, serta terlibat dalam merintis Pesantren Sepuh Zawiyah Dzikir Jama’i bersama Kyai Purwo.

Sejak awal berdirinya pesantren, almarhum dikenal aktif membantu pengembangan pesantren, mulai dari penataan lahan hingga mendampingi kegiatan wirid dan pembinaan jamaah sepuh.

Di lingkungan pesantren, Ustadz Abdul Adhim dikenal dekat dengan santri dan masyarakat. Ia disebut kerap mendampingi para santri sepuh dengan penuh kesabaran serta aktif membimbing jamaah dalam kegiatan dzikir dan ibadah rutin.

Jenazah almarhum dimakamkan di Makbaroh Al Azhaar Kedungwaru, Tulungagung, setelah mendapatkan izin dari pihak keluarga. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri para santri, jamaah, tokoh masyarakat, serta rekan-rekan seperjuangan almarhum.

Sejak Selasa dini hari (12/5/2026), suasana duka tampak di lingkungan Pondok Ribat Al Azhaar. Para santri menggelar doa bersama, wirid, pembacaan Yasin, dan tahlil untuk mendoakan almarhum.

Sejumlah jamaah dari Desa Bangoan dan berbagai daerah juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka mengaku kehilangan sosok guru yang dikenal tulus dan sederhana dalam berdakwah.
“Ustadz Adzim itu guru yang tulus dan selalu berkorban,” ujar salah seorang jamaah asal Bangoan dengan suara lirih.
Suasana haru juga tampak dari keluarga almarhum. Tiga putri almarhum yang masih duduk di bangku sekolah dasar tampak mendampingi ibundanya saat prosesi pemakaman berlangsung.

Kepergian Ustadz Abdul Adhim menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Pesantren Sepuh Zawiyah Dzikir Jama’i. Meski demikian, kegiatan pesantren dipastikan tetap berjalan di bawah asuhan Kyai Purwo bersama para penerus perjuangan pesantren.

Keluarga, santri, dan jamaah berharap amal ibadah serta pengabdian almarhum selama mendampingi masyarakat dan pesantren mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.

Jurnalis : IMR