

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Pondok Pesantren Al Azhaar Tulungagung menggelar silaturahmi penuh kebersamaan yang dirangkai dengan tasyakuran umroh KH. Imam Mawardi Ridlwan bersama Hj. Farida Dyah, khotaman Al-Qur’an, serta buka puasa bersama warga sekitar.
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kekhidmatan tersebut diikuti sekitar 85 warga tetangga pesantren.
Dalam kesempatan itu, panitia juga membagikan 360 bingkisan Hari Raya kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan menjelang Idulfitri.
Acara diawali dengan khotaman Al-Qur’an yang dipimpin Dik Mad Fathi, putra ragil KH. Imam Mawardi Ridlwan, kemudian dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin Ustadz Abidin.
Suasana semakin khidmat saat KH. Imam Mawardi Ridlwan menyampaikan tausiyah sekaligus berbagi kisah spiritual selama menjalankan ibadah umroh di Tanah Suci Mekkah dan Madinah.
Dalam ceritanya, Abah Imam menyampaikan rasa syukur karena masih diberikan kesempatan menunaikan ibadah umroh sekaligus dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan.
“Alhamdulillah kita masih diparingi kesempatan bertemu Ramadhan. Ini nikmat besar dari Allah SWT. Ramadhan hendaknya kita sambut dengan kegembiraan bersama keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung tradisi megengan yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Jawa dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan sebagai wujud rasa syukur dan kebahagiaan.
KH. Imam juga menceritakan tradisi masyarakat di Tarim, Yaman, yang hidup di wilayah gurun pasir. Menurutnya, masyarakat setempat memiliki cara unik menyambut Ramadhan dengan membangun rumah dari tanah sebagai simbol kebersamaan.
“Selama Ramadhan waktunya benar-benar dimanfaatkan warga untuk beribadah kepada Gusti Allah SWT,” tuturnya.
Sementara itu, Hj. Farida Dyah menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antara pesantren dan masyarakat agar terus terjalin hubungan yang harmonis.
“Silaturahmi adalah pintu keberkahan. Dengan kebersamaan seperti ini, semoga ukhuwah Islamiyah semakin kuat,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Kedungwaru Toha, atas peran Pesantren Al Azhaar yang dinilai mampu menjadi perekat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah kegiatan ini sangat baik. Kebersamaan antara warga, pemerintah desa dan Pesantren Al Azhaar bisa terus terjalin dengan baik,” ujar Kepala Desa Kedungwaru.
Ia menambahkan, selama ini pesantren turut memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di Desa Kedungwaru sehingga hubungan antara warga, pemerintah desa, dan pesantren tetap harmonis.

cara kemudian ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan buka puasa bersama. Suasana hangat semakin terasa saat para tamu menikmati hidangan berbuka serta menerima bingkisan Hari Raya yang telah disiapkan panitia.
Melalui kegiatan tersebut, Pesantren Al Azhaar berharap dapat terus menjadi pusat dakwah dan pendidikan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Jurnalis : Nang/Rif
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !