160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Di Tengah Derasnya Arus Digital, Jairi Irawan Ajak Media Blitar Menjadi Penjaga Nalar Publik

Jaiiri Irawan Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar

BLITAR, HARIAN-NEWS.com – Arus informasi di era digital mengalir tanpa henti. Ia deras, cepat, dan kerap tak sempat disaring. Di tengah pusaran itulah, suara tentang pentingnya akurasi dan tanggung jawab kembali ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan.

Dalam sebuah diskusi publik yang digelar di Hall Kampung Coklat, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jumat (20/02/2026), politisi Fraksi Golkar itu duduk satu forum bersama puluhan jurnalis lintas platform—media cetak, daring, televisi, hingga radio.

Suasana cair, dialog terbuka, dan satu benang merah mengemuka: menjaga marwah profesionalisme pers di tengah tuntutan kecepatan informasi.

“Kecepatan memang penting, tetapi akurasi jauh lebih menentukan. Informasi yang tidak diverifikasi bisa memicu kegaduhan. Di sinilah media arus utama diuji integritasnya,” ujar Jairi, dengan nada tegas namun reflektif.

750 x 100 AD PLACEMENT

Ia menilai, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat berlangsung begitu cepat. Jika dahulu publik menunggu berita dari media konvensional, kini satu unggahan media sosial dapat membentuk opini dalam hitungan menit. Realitas ini, menurutnya, menjadi tantangan serius bagi ekosistem informasi.

Bagi Jairi, kondisi tersebut ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi, hoaks dan opini tanpa basis data mudah menyebar dan menggerus kepercayaan publik. Di sisi lain, media memiliki peluang memperluas jangkauan melalui kanal digital—tentu tanpa meninggalkan kaidah jurnalistik.

“Adaptasi itu wajib. Tapi prinsip verifikasi, konfirmasi, dan keberimbangan tidak boleh ditawar,” tegasnya.

Dalam forum itu, sejumlah jurnalis juga mengangkat persoalan keberlanjutan bisnis media di tengah persaingan dengan konten kreator independen.

750 x 100 AD PLACEMENT

Ada kegelisahan tentang algoritma, tentang klik dan impresi, tentang ruang redaksi yang kian ramping. Namun di balik itu, muncul pula harapan agar sinergi dengan legislatif dapat membantu penyampaian program pembangunan secara utuh dan proporsional kepada masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Jairi menegaskan komitmennya menjaga komunikasi yang terbuka dan profesional dengan insan pers. Baginya, media bukan sekadar corong informasi, melainkan mitra kritis dalam proses evaluasi kebijakan.

“Relasi legislatif dan media harus sehat. Kritik yang konstruktif justru memperkaya proses pengambilan keputusan,” katanya.

Diskusi ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Namun lebih dari itu, forum tersebut meninggalkan satu pesan yang menggema: di tengah derasnya arus digital yang kerap keruh, pers profesional tetap menjadi penjernih—penjaga nalar publik agar demokrasi tidak kehilangan arah.

750 x 100 AD PLACEMENT

jurnalis : Paeto/Rif

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !