
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2024
LEMBAGA DAKWAH PWNU JAWA TIMUR
Prolog
Perkembangan jaman atau yang sering diistilahkan dengan globalisasi, telah menjadikan semua manusia terkoneksi antara satu dengan yang lain.
Hal itu tentunya memberikan dampak terhadap segala sendi kehidupan manusia, termasuk dalam dunia dakwah.
Kemudahan menyampaikan petuah dakwah secara real time ke banyak jama’ah telah terfasilitasi dengan berbagai macam platform digital. Oleh karena itu, Para pendakwah yang merupakan penyeru nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan dituntut untuk mengedepankan kasih sayang dan kedamaian di antara sesama umat manusia.
Inilah ruh dakwah Ahlussunah waljama’ah (Aswaja) An Nahdliyah yang membawa kemaslahatan, kedamaian, dan kemakmuran bagi seluruh umat manusia di muka bumi.
Dalam menjalankan tugas mulia menyebarkan ajaran Aswaja An Nahdliyah, Pendakwah harus bisa menyebarkan nilai-nilai ramah yang ada di al-Qur’an Surat Nahl ayat 125 :
اُدْعُ إِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗإِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهِ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ.
“Serulah (ummat manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah (kebijaksanaan) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”
Dakwah Aswaja An Nahdliyah itu menyeru dengan kasih sayang dengan pendekatan suhbah (Persahabatan) dan ketauladan. Dalam konteks ini, penyeru dakwah (Da’i/Da’iyah) harus berakhlakul karimah dan memiliki nilai-nilai mendalam penuh cinta kasih pada jama’ah.
Problem Dakwah
Dalam perjalanan dakwah di tahun 2024, paling tidak ada beberapa problem dakwah sebagai berikut :
Terkikisnya dakwah ramah yaitu dakwah yang disampaikan dengan penuh kelembutan, kasih sayang. Akhir-akhir ini bermunculan penyeru dakwah (Da’i/Da’iyah) yang suka mencaci maki hingga mengarah pada provokasi.
Masifnya gerakan dakwah golongan tertentu yang mudah menyalahkan dan membid’ahkan golongan lain yang semua itu berpotensi memecah belah masyarakat dan bangsa.
Kurangnya Da’i/Da’iyah Aswaja an-Nahdliyah dari generasi milineal, generasi Z dan generasi Alpha. Akibatnya, banyak generasi muda yang mengikuti kajian-kajian dari pendakwah yang justru bertentangan dengan Aswaja an-Nahdliyah.
Kurang maksimalnya dakwah Aswaja an-Nahdliyah melalui platform digital. Padahal di era digital ini, para Da’i/Da’iyah harus mampu menyebarkan Aswaja an-Nahdliyah dengan memanfaatkan teknologi dan media digital, sehingga mampu menjangkau berbagai kalangan yang ada.
Solusi
Dalam menghadapi tantangan problem dakwah yang ada, maka Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur menawarkan beberapa solusi berikut :
Para Da’i/Da’iyah harus betul-betul memperhatikan dan mengimplimentasikan Surat an-Nahl ayat 125 tersebut di atas, sehingga dalam berdakwah harus menggunakan pendekatan yang bijaksana, lemah lembut, kasih sayang dan tidak jadi provokator.
Dakwah adalah sebuah tugas mulia dengan tujuan yang mulia, maka dakwah harus dilakukan dengan cara mulia.
Para Da’i/Da’iyah harus mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan antar umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan antar sesama warga negara) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan antar umat manusia).
Mereka harus hadir dalam rangka mensakinahkan hati jama’ah, memberi rasa aman dan damai. Sehingga tidak menimbulkan ketegangan sosial di antara golongan masyarakat, melainkan mengedepankan toleransi dan saling menghormati.
Dakwah Aswaja an-Nahdliyah adalah sebuah tugas mulia yang wajib hukumnya bagi mereka yang mampu. Para alumni pesantren aswaja an-nahdliyah yang sudah dibekali dan menguasai berbagai macam ilmu agama Islam, harus berani tampil di muka umum, baik secara langsung maupun melalui media digital. Jangan sampai seseorang yang tidak menguasai ilmu agama Islam, tetapi karena pintar bicara, mereka tampil di mana-mana dan menguasai dakwah digital. Mereka inilah yang berpotensi menjadi “Dlolluu wa adlolluu” (sesat dan menyesatkan).
Di era digital ini, para da’i/da’iyah aswaja an-nahdliyah harus mampu membangun personal branding sebagai seorang da’i untuk mendapatkan kepercayaan serta dapat dikenal dan diakui oleh masyarakat.
Mereka harus mampu memanfaatkan media sosial, memahami karakteristik jama’aah/audiens yang menjadi target, memilih platform media sosial yang tepat, membuat konten yang menarik, dan mempromosikan dakwah aswaja an-nahdliyah melalui influencer muslim.
Selain itu, para da’i/da’iyah aswaja an-nahdliyah harus mampu memproduksi konten-konten dakwah yang bermanfaat dan menunjukkan nilai-nilai Islam rahmatan lil’alamiin bagi generasi muda.
Program kerja Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur
Dalam rangka mengimplimentasikan solusi yang ditawarkan oleh Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur di atas, maka LD PWNU Jawa Timur memprogram kegiatan sebagai barikut :
Menyelenggarakan Pendidikan dan pelatihan Da’i/da’iyah aswaja an-Nahdliyah. Kegiatan ini dalam rangka memperkuat sistem pendidikan kader dakwah yang ramah, dan dapat diikuti oleh seluruh kader NU di semua tingkatan, baik dari Ranting, MWC, PC, PW, maupun PB. Selain itu, LD PWNU Jawa Timur juga menyelenggarakan Workshop / Seminar / Halaqah Dakwah Aswaja An-Nahdliyah bekerja sama dengan instansi baik pemerintah maupun swasta.
Menyelenggarakan Lokakarya Standarisasi & Kompetensi Da’i/da’iyah. Kegiatan ini dalam rangka membuat standart kompetensi seorang da’i/daiyah Islam rahmatan lil’alamin yang ramah dan menyatukan umat manusia. Selain itu, LD PWNU Jawa Timur juga mempunyai program Safari Dakwah Aswaja An-Nahdliyah, secara bergiliran keliling ke beberapa daerah bekerja sama dengan Lembaga Dakwah PCNU se-Jawa Timur.
Menyelenggarakan Pendidikan dan pelatihan Dai/Daiyah NU Milenial. Sasaran kegiatan ini adalah para alumni pesantren aswaja an-nahdliyah yang sebelumnya sudah dibekali dan menguasai berbagai macam ilmu agama Islam di pesantren masing-masing, agar mereka berani tampil di muka umum, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Selain itu, Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur akan membentuk Forum Komunikasi Dakwah Milenial di beberapa perguruan tinggi negeri maupun swasta dan sekolah menengah atas.
Bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan LTN PWNU Jawa Timur untuk memaksimalkan dakwah digital, di antaranya : podcast dakwah, mengoptimalkan penggunaan media sosial dakwah : IG, Youtube, Tiktok, dan WA Dakwah Center. Selain itu, Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur juga melakukan kolaborasi dakwah dengan Media Cetak dan Elektronik.
Demikian refleksi akhir tahun 2024 Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua, wabil khusus pegiat dakwah aswaja an-Nahdliyah.
Surabaya, 28 Desember 2024
PENGURUS LEMBAGA DAKWAH
PENGURUS WILAYAH NAHDLATUL ULAMA (PWNU) JAWA TIMUR