Dr. Maylita Hasyim, M.Si., Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu, Dr. Fajar Hendra Utama, S.T., M.T., Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Sarana Prasarana, dan Rumah Tangga, Dr. Ajar Dirgantara, M.Pd., Wakil Rektor III Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Riset.
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Pelantikan tiga wakil rektor baru Universitas Bhinneka PGRI (UBhi) Tulungagung periode 2026–2030 menandai dimulainya babak baru transformasi kampus. Di balik pergantian jajaran pimpinan tersebut, tersimpan target besar yang harus diwujudkan dalam empat tahun ke depan, mulai dari digitalisasi layanan akademik, penguatan mutu, pembangunan infrastruktur, peningkatan riset, hingga mengejar akreditasi unggul.
Tiga pejabat yang dilantik masing-masing adalah Dr. Maylita Hasyim, M.Si. sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu, Dr. Fajar Hendra Utama, S.T., M.T. sebagai Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Sarana Prasarana, dan Rumah Tangga, serta Dr. Ajar Dirgantara, M.Pd. sebagai Wakil Rektor III Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Riset.
Kehadiran ketiganya membawa harapan baru sekaligus tantangan besar. Publik kampus menanti apakah berbagai program strategis yang telah dicanangkan mampu diwujudkan menjadi kebijakan nyata yang memberikan dampak langsung bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan kemajuan institusi.
Wakil Rektor I, Dr. Maylita Hasyim, menegaskan fokus awal kepemimpinannya adalah mempercepat restrukturisasi organisasi serta digitalisasi layanan akademik dan penjaminan mutu. Salah satu program prioritas ialah pembangunan Sistem Informasi Manajemen (SIM) untuk mendukung layanan kemahasiswaan dan penjaminan mutu secara terpadu.
Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar menghadirkan aplikasi baru, tetapi harus mampu menciptakan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Digitalisasi juga diharapkan meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa melalui sistem administrasi yang lebih efektif.
Selain itu, pihaknya akan mengembangkan sistem pencatatan aktivitas organisasi mahasiswa sebagai bagian dari rekam jejak akademik. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan apresiasi terhadap prestasi dan pengalaman mahasiswa di luar ruang kelas tanpa menambah beban administratif.
Dalam bidang prestasi, UBhi juga memasang target lebih tinggi melalui penguatan pembinaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), serta berbagai kompetisi dan hibah nasional. Tidak hanya mengejar pendanaan, tetapi juga mendorong mahasiswa meraih prestasi terbaik di tingkat nasional.
Sementara itu, Wakil Rektor II Dr. Fajar Hendra Utama membawa agenda besar pada sektor pengembangan sarana dan prasarana kampus. Dalam satu hingga dua tahun terakhir, UBhi telah melakukan pembebasan lahan baru dengan nilai investasi sekitar Rp2,5 miliar sebagai bagian dari strategi pengembangan institusi hingga tahun 2030.
Ke depan, kampus juga merencanakan pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Indoor serta Gedung Rektorat Terpadu tujuh lantai dengan estimasi anggaran sekitar Rp7 miliar atau lebih. Pembangunan tersebut diharapkan mampu menunjang aktivitas akademik maupun nonakademik secara lebih optimal.
Meski demikian, pengembangan infrastruktur dinilai harus diimbangi dengan tata kelola keuangan yang sehat dan perencanaan yang matang agar investasi tersebut benar-benar meningkatkan kualitas layanan pendidikan, produktivitas akademik, serta daya saing lulusan.
Di bidang perencanaan dan riset, Wakil Rektor III Dr. Ajar Dirgantara mengusung strategi memperkuat kemandirian institusi melalui pengembangan unit bisnis atau revenue generating unit. Langkah tersebut diarahkan agar kampus memiliki sumber pendapatan alternatif dan tidak hanya bergantung pada biaya pendidikan mahasiswa.
Selain itu, UBhi juga akan memperluas kolaborasi riset dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), pemerintah, serta berbagai lembaga penyedia hibah penelitian. Fokusnya bukan sekadar meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga menghasilkan penelitian yang aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu target utama kepemimpinan baru UBhi adalah meningkatkan status akreditasi institusi maupun program studi. Semakin banyak program studi yang memperoleh predikat “Unggul” diharapkan mampu memperkuat reputasi UBhi sebagai perguruan tinggi yang kompetitif di tingkat regional maupun nasional.
Reputasi sebuah perguruan tinggi, lanjutnya, tidak hanya ditentukan oleh megahnya gedung atau jumlah mahasiswa, melainkan oleh kualitas lulusan, mutu pembelajaran, produktivitas penelitian, tata kelola, serta kontribusinya bagi masyarakat.
Periode kepemimpinan 2026–2030 menjadi fase penting bagi UBhi. Berbagai visi besar telah dipaparkan, namun keberhasilannya akan diukur dari kemampuan seluruh jajaran pimpinan dalam mengeksekusi program secara konsisten, transparan, dan terukur.
Digitalisasi, penguatan mutu, pembangunan infrastruktur, peningkatan riset, hingga pencapaian akreditasi unggul kini menjadi agenda bersama yang akan menentukan arah perkembangan UBhi pada masa mendatang.
Empat tahun ke depan akan menjadi momentum pembuktian bagi tiga wakil rektor baru beserta seluruh jajaran pimpinan universitas. Harapan besar telah diletakkan di pundak mereka, dan civitas akademika menantikan lahirnya perubahan yang benar-benar dirasakan, bukan hanya menjadi bagian dari dokumen perencanaan.
Jurnalis: Pandhu













