Uncategorized

Sofyan Heryanto Bidik 6 Kursi di Pemilu dan Dukung Emil Dardak

×

Sofyan Heryanto Bidik 6 Kursi di Pemilu dan Dukung Emil Dardak

Sebarkan artikel ini
Pengurus DPC Partai Demokrat Tulungagung, Sofyan Heryanyo (berkacamata) Ketua DPC Partai Demokrat Tulungagung.

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tulungagung, Sofyan Heryanto, S.E., mulai mematok target politik menghadapi Pemilu 2029. Demokrat Tulungagung ditargetkan mampu merebut sedikitnya satu kursi DPRD di setiap daerah pemilihan (Dapil), sehingga total membidik enam kursi DPRD Kabupaten Tulungagung.

Target tersebut disampaikan Sofyan dalam forum bincang politik di Kantor DPC Partai Demokrat Kabupaten Tulungagung, Minggu (23/8/2026). Target enam kursi menjadi bagian dari agenda penguatan mesin politik Demokrat di tingkat daerah.

Saat ini, Demokrat Tulungagung baru memiliki wakil di tiga dari enam Dapil. Artinya, masih terdapat tiga Dapil yang belum berhasil memberikan kursi bagi partai berlambang mercy tersebut.

Sofyan menegaskan kondisi itu menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dijawab melalui konsolidasi organisasi dan persiapan menghadapi pertarungan elektoral 2029.

Targetnya sederhana, tetapi membutuhkan kerja politik yang tidak ringan: tidak boleh ada Dapil yang kosong.

Demokrat Tulungagung harus mampu merebut minimal satu kursi di setiap Dapil. Jika target tersebut tercapai, perolehan kursi Demokrat di DPRD Kabupaten Tulungagung diproyeksikan mencapai sedikitnya enam kursi.

Untuk mewujudkan target tersebut, Demokrat tidak cukup hanya mengandalkan konsolidasi struktural. Partai membutuhkan calon legislatif yang kompetitif, jaringan politik yang kuat, strategi pemenangan yang terukur, sekaligus kemampuan membaca perubahan perilaku pemilih.

Target enam kursi sekaligus menjadi ujian bagi kepemimpinan Sofyan Heryanto di DPC Demokrat Tulungagung.

Jika seluruh Dapil mampu diisi, target tersebut akan menjadi indikator bahwa penguatan mesin politik Demokrat benar-benar berjalan. Sebaliknya, apabila masih terdapat Dapil yang kosong, target enam kursi akan sulit dibuktikan secara elektoral.

Dukung Emil Dardak di Musda Demokrat Jatim

Selain berbicara mengenai target Pemilu 2029, Sofyan juga menegaskan sikap politik DPC Demokrat Tulungagung dalam Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Jawa Timur.

DPC Demokrat Tulungagung menyatakan dukungan kepada Emil Elestianto Dardak, petahana Ketua DPD Demokrat Jawa Timur yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur.

Sikap tersebut ditegaskan Sofyan dalam forum bincang politik yang digelar di Kantor DPC Demokrat Tulungagung.

Menurut Sofyan, proses pendaftaran calon Ketua DPD Demokrat Jawa Timur telah berlangsung sejak 10 Agustus dan ditutup pada 20 Agustus 2026. Dalam proses tersebut, DPC Demokrat Tulungagung juga telah menyelesaikan sejumlah persyaratan administrasi, termasuk penyesuaian format surat dukungan.

Meski sempat terjadi perubahan administrasi, sikap politik DPC Demokrat Tulungagung tidak berubah.

“DPC Tulungagung sudah memberikan dukungan kepada Emil Dardak,” kata Sofyan.

Emil dalam kontestasi tersebut berhadapan dengan Wisnu Wardhana, mantan Ketua DPRD Kota Surabaya.

Bagi Demokrat Tulungagung, Emil dinilai memiliki rekam jejak kepemimpinan yang cukup kuat. Ia juga dianggap mampu merawat komunikasi dengan kader serta menjaga stabilitas internal organisasi.

Namun, Sofyan mengingatkan bahwa dukungan DPC bukanlah tiket otomatis menuju kursi Ketua DPD Demokrat Jawa Timur.

Ketua DPC tidak memiliki hak veto dalam menentukan siapa yang akan memimpin Demokrat Jawa Timur. Dukungan dari DPC merupakan aspirasi organisasi di tingkat daerah yang selanjutnya masuk dalam mekanisme pengambilan keputusan partai.

Keputusan final tetap berada dalam kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

Tak Ingin Musda Jadi Pertarungan Faksi

Sofyan berharap proses Musda Demokrat Jawa Timur tidak berubah menjadi arena pertarungan antarfaksi.

Menurut dia, perbedaan pilihan dalam kontestasi internal merupakan bagian dari dinamika demokrasi partai. Yang harus dihindari adalah munculnya polarisasi yang justru dapat melemahkan Demokrat menjelang agenda politik berikutnya.

Karena itu, dinamika Musda di tingkat Jawa Timur diharapkan tidak mengganggu konsolidasi Demokrat di tingkat Kabupaten Tulungagung.

Bagi Sofyan, tantangan politik Demokrat tidak berhenti pada persoalan siapa yang akan memimpin DPD Demokrat Jawa Timur. Setelah Musda selesai, pekerjaan yang lebih berat adalah memastikan mesin partai di daerah benar-benar siap menghadapi pertarungan elektoral.

Demokrat Tulungagung harus membuktikan bahwa soliditas organisasi mampu diterjemahkan menjadi suara pemilih.

Tiga Dapil yang selama ini belum berhasil ditembus menjadi medan pembuktian. Sofyan dituntut membangun strategi agar Demokrat tidak sekadar mempertahankan tiga Dapil yang sudah memiliki wakil, tetapi mampu memperluas basis elektoral hingga seluruh Dapil.

Dengan demikian, target enam kursi pada Pemilu 2029 bukan sekadar angka. Target tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan konsolidasi dan kepemimpinan Sofyan Heryanto dalam membawa Demokrat Tulungagung menghadapi pertarungan politik berikutnya.

Jurnalis: Pandhu