160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

Belasan Orang Positif Covid-19 Desa Jabalsari Diisolasi

TULUNGAGUNG (harian-news.com) – Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengisolasi sekitar 6.500 lebih warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, pasca temuan 12 warga positif terjangkit covid-19 saat rapid tes. Akibatnya warga setempatpun dilarang keluar wilayah tersebut.

Sekda Tulungagung, Sukaji, mengatakan kebijakan karantina wilayah itu mulai diberlakukan Kamis (23/4/2020). “Karena sudah mengkhawatirkan, perlu langkah pencegahan penyebaran. Sedapat mungkin warga diisolasi di desa,” terang Sukaji.

Ia juga menjelaskan untuk menerapkan kebijakan itu, pihaknya mengaku telah melakukan rapat bersama sejumlah instansi termasuk polisi, pemerintah desa hingga BPBD. “Nantinya seluruh akses keluar masuk Desa Jabalsari berupa jalan raya utama hingga jalan alternatif yang berbatasan langsung dengan desa lain akan ditutup total,” urainya.

Sukaji menambahkan, selama masa karantina wilayah, warga masih bisa menjalankan aktivitas sehari-hari. Seperti ke sawah atau yang lain, namun hanya boleh dilakukan di dalam desa. Meski begitu, masyarakat diwajibkan menerapkan protokol kesehatan agar tidak terjadi penularan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Disingung terkait dampak ekonomi dan kebutuhan masyarakat, Sukaji menjelaskan saat karantina sejumlah toko sembako yang ada di desa tersebut masih buka seperti biasanya. Sedangkan khusus warga yang terindikasi positif rapid test dan harus melakukan isolasi diri akan mendapatkan suplai kebutuhan pokok dari pemerintah.

Dari data terakhir yang dihimpun Dinas Kesehatan, jumlah warga yang telah menjalani rapid test mencapai 600 orang, dari jumlah tersebut belasan diantaranya dinyatakan positif.

Sementara itu Wakapolres Tulungagung, Kompol Yoghi Hadisetiawan menyatakan telah menerjunkan anggotanya untuk mengamankan desa tersebut. “TNI Polri tentu akan berjaga disana. Paling tidak estimasi kita akan ada anggota yang diterjunkan sekitar 60 sampai 70 orang,” jelasnya, Kamis (23/4/20).

Yoghi juga mengatakan rencananya dalam karantina itu, para lansia akan dipisahkan dengan warga yang lain, sebab lansia memiliki kerentanan tinggi jika tertular Covid-19.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Lansia ini risikonya tinggi, mereka tidak boleh campur, apalagi dengan yang sakit (positif). Makanya seluruhnya harus di-rapid test dulu warga di sana,” terangnya.

Sementara Kades Jabalsari Mahmudi, mengaku siap untuk menjalankan instruksi karantina wilayah, sejumlah persiapan pun telah dilakukan oleh pemerintah desa.

“Kami sudah menyiapkan tempat isolasi berupa gedung SD, kemarin itu kami siap dengan 10 tenpat tidur,” kata Mahmudi.

Menurutnya untuk menerapkan karantina wilayah sejumlah akses alternatif telah ditutup sejak beberapa hari terakhir. Sedangkan tujuh akses utama rencananya akan ditutup total malam ini. Pihaknya berharap masyarakat bisa memaklumi dan menjalankan kebijakan dari pemerintah tersebut. Sebab karantina wilayah dilakukan sesuai dengan amanah Undang-undang dalam menanggulangi pandemi COVID-19. “Ini ngomongnya bukan lagi setuju tidak setuju, tapi sudah menjadi ketentuan undang-undang,” ujarnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Selama masa karantina warga diimbau tidak melakukan aktivitas secara berkerumum. Sejumlah kegiatan salat jamaah yang biasanya dijalankan di masjid dan musala untuk sementara ditiadakan dan diganti dengan shalat di rumah masing-masing. “Termasuk tarawih,” ujarnya.

Dia menjelaskan jumlah warga Desa Jabalsari yang masuk kawasan isolasi mencapai 1900 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 6.500 jiwa. Desa Jabalsari sendiri merupakan klaster penularan Covid-19 baru di wilayah Tulungagung. Dinas Kesehatan Tulungagung memutuskan melakukan tes cepat di desa setempat bermula dari kasus MA, pasien ke-16 Covid-19 di Tulungagung yang menjadi sumber penularan di klaster baru tersebut.

MA yang diindikasi sebagai sumber penularan Covid-19 di Desa Jabalsari diduga tertular saat ia menunggui ayahnya yang sedang sakit dan dirawat di RSUD dr. Iskak Tulungagung. Belakangan diketahui, pasien lain yang dirawat bersama ayahnya di rumah sakit ternyata positif Covid-19.

Dari situlah MA tertular virus corona jenis baru penyebab Covid-19, tetapi yang bersangkutan belum menyadari. Baru mulai 6 April 2020, MA merasakan sakit dengan gejala Covid-19. Dari hasil uji laboratorium swab tenggorokan, MA positif terinfeksi virus Corona jenis baru penyebab Covid-19.

Sejak saat itu, Satgas Penanggulangan Covid-19 melakukan penelusuran terhadap riwayat kontak fisik dan sosial yang dilakukan MA. Penelusuran tahap awal dilakukan terhadap warga yang mengikuti acara tahlilan atas meninggalnya ayah MA. [irf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !