Sabtu, 13 April 2024

Pernikahan Dini, Masihkah Relevan di Zaman Modern Ini?

HARIAN-NEWS.com – Tulungagung akan memberlakukan aturan baru, yaitu pernikahan minimal usia 19 tahun (sebelumnya 16 tahun), karena tingginya kasus pernikahan dini di kabupaten Tulungagung.  Apakah usia ini sudah matang untuk membina rumah tangga?

Pernikahan dini menjadi fenomena yang masih marak dilakukan di Indonesia, apalagi dengan adanya tren ‘lebih baik menikah daripada zina’ yang digaungkan oleh para muda-mudi yang masih baru mendalami Islam, atau bahasa kerennya hijrah.

Lalu, adakah yang salah dari tren tersebut? Tentu saja tidak, jika pelaku tren itu memang sudah siap untuk menikah. Siap disini bukan berarti hanya sekedar dua insan yang saling jatuh cinta saja, tetapi ada beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan sebelum menuju ke jenjang pernikahan.

Yang pertama tentu saja adalah ilmu, dari mulai ilmu agama setelah menikah, sampai ilmu parenting. Ilmu agama setelah menikah sangat dibutuhkan untuk melaksanakan bahterah rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warrohmah.

Salah satu contoh kitab yang mengajarkan ilmu setelah menikah adalah Qurratul uyyun bi Syarhi Nadzam Ibn Yamun karya Syekh muhammad at-Tahami Ibnu Madani. Kitab ini mengajarkan tentang edukasi seks sesuai adab dalam Islam.

survey dan pendeteksi sumber air

Tentu saja mempelajari ilmu agama harus ada guru yang memang memiliki ilmu kesanadan yang jelas sampai ke Rasululloh. Jangan hanya membaca buku, atau menonton Youtube, karena belajar ilmu agama tanpa guru, maka setan menjadi gurunya (Tafsir ruhul Bayan, 5/264).

Selain ilmu agama setelah menikah, yang harus benar-benar dipelajari adalah ilmu parenting. Mengapa ilmu parenting itu penting? karena generasi cerdas berasal dari orangtua yang cerdas pula.

Sekarang, sangat marak tren tentang mental health di media sosial, terutama twitter oleh kaum muda, sebut saja Gen-Z. Para Gen-Z berlomba-lomba bercerita dimedia sosial tentang mental health mereka.

Lalu, apa hubungannya mental health dengan ilmu parenting?  Salah satu faktor Gen-Z mengalami mental illness adalah orang tua. Orang tua yang selalu memberikan tekanan terhadap mereka, membuat mereka menjadi overthinking dan berakhir depresi.

Itulah mengapa Ilmu paranting harus dimiliki oleh calon orang tua sebelum memutuskan untuk memiliki anak. Ilmu parenting mengajarkan bagaimana cara mendidik anak (tanpa kekerasan), sehingga membentuk karakter anak yang baik.

BACA JUGA :  R.A Kartini: Sosok Pembenci Korupsi, Beresonansi Menciptakan Gelombang Antikorupsi

Yang kedua adalah finansial. Apakah bisa menikah hanya bermodalkan cinta, tanpa finansial yang cukup? Jawabannya bisa-bisa saja, tetapi bukankah tindakan itu terlalu sembrono? Menikah tanpa cinta mungkin menyakitkan, tetapi menikah tanpa uang pastilah lebih memprihatinkan.

Setelah menikah, pasti kebutuhan hidup menjadi berlipat. Yang tadinya hanya menghidupi dirinya sendiri, sekarang harus menghidupi istrinya. Apalagi jika sudah mempunyai anak, pasti kebutuhan hidupnya akan semakin bertambah.

Banyak juga kasus perceraian yang disebabkan karena finansial. Jadi, sebelum memutuskan untuk menikah, pastikan finansial yang dimiliki cukup untuk membiayai kehidupan keluarga nanti. Jika dirasa tidak cukup, jangan memaksakan diri.

Dan yang terakhir adalah mental. Mental disini adalah kecerdaan emosional dan pola pikir yang matang. Jika mental belum benar-benar siap untuk menikah, lebih baik jangan dipaksakan. Menikah bukan hanya menerima baik buruk pasangannya, tetapi juga menerima keluarga pasangannya.

Tidak jarang juga kasus perceraian yang disebabkan karena tidak kuat dengan perlakuan keluarga pasangannya. Jadi, jika belum bisa berhubungan baik dengan keluarga calon pasangan, jangan memutuskan untuk menikah.

Untuk memenuhi ketiga hal diatas, pastilah membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Katakanlah seseorang baru lulus SMA umur 17 tahun, berarti ia hanya punya waktu dua tahun untuk mengumpulkan bekal menikah saat umur 19 tahun.

Bahkan, dua tahun dirasa masih kurang cukup untuk mengumpulkan finansial dan mempelajari ilmu agama dan parenting. Jadi, berapakah usia yang ideal untuk menikah? Setidaknya sudah berusia 21 tahun keatas.

Umur 21 tahun keatas sudah memiliki kecerdasan emosional dan pola pikir yang matang, karena tingkat kedewasaan sangat berpengaruh dalam suatu pernikahan, agar pernikahan tetap langgeng.

jadi, menikahlah ketika kamu memang punya modal (ilmu/finansial/mental) untuk menikah, jangan hanya karena takut zina. Masih banyak cara untuk menghindari zina, salah satunya dengan jangan mendekati zina, alias jangan pacaran. Semangat.

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

Pantai Balekambang dan Ngliyep Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

MALANG, HARIAN- NEWS Com – Pantai Balekambang dan Ngliyep, dua ikon wisata di Malang yang dikelola oleh Perumda Jasa Yasa, telah bersiap untuk menyambut...

Puskesmas Ramah Anak Tulungagung Adalah Puskesmas Beji

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Puskesmas Beji, Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur terus melakukan inovasi untuk meningkatkan layanan kesehatannya, khususnya bagi anak-anak. Sebagai puskesmas rujukan ramah anak, Puskesmas...

Posbindu Desa Krosok Sendang Gelar Pemeriksaan Gratis

Posbindu Desa Krosok Sendang Gelar Pemeriksaan Gratis TULUNGAGUNG,HARIAN-NEWS.com - Dalam upaya antisipasi penyakit tidak menular, Posyandu Desa Krosok, Kecamatan Sendang, Tulungagung, Jawa Timur mengadakan Pos...

“Transparansi Dana BOS SMPN 1 Rejotangan, Dipertanyakan?”

  TULUNGAGUNG HARIAN - NEWS.com - Peningkatan nominal Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang seharusnya membawa kabar baik, kini justru menimbulkan tanda tanya besar terkait...

Waspada DBD, Kepala Puskesmas Pagerwojo Ajak Warga Beraksi

  TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com- Menghadapi ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD), Puskesmas Pagerwojo, Tulungagung, Jawa Timur berinisiatif melakukan langkah-langkah pencegahan. Umi Rahayu Ningsih, Kepala Puskesmas Pagerwojo bersama Dokter...

Sambut Ramadhan, SMP Negeri 1 Kauman Tulungagung Bagikan Takjil dan Buka Bersama

Sambut Ramadhan, SMP Negeri 1 Kauman Tulungagung Bagikan Takjil dan Buka Bersam TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Pada hari Jum'at, 29 Maret 2024, SMP Negeri 1 Kauman,...

Hasil Sidak Sekda Sidoarjo Jelang Idul Fitri 1445: Mamin Aman dan Berkualitas

SIDOARJO, HARIAN-NEWS.com - Dr. Fenny Apridawati, M.Kes., Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur melaksanakan sidak makanan dan minuman pada Rabu, 26 Maret 2024. Sidak...

Puskesmas Beji Bergerak Cepat Hadapi Lonjakan Kasus DBD

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com - Di tengah musim penghujan, Tulungagung menghadapi tantangan serius dalam mengendalikan penyebaran demam berdarah dengue (DBD). UPT Puskesmas Beji telah mengambil langkah...

SMP Negeri 5 Tulungagung Raih Prestasi di Lomba Poster Tingkat Kabupaten

TULUNGAGUNG , HARIAN-NEWS.com- Dalam sebuah pencapaian yang membanggakan, SMP Negeri 5 Kabupaten Tulungagung berhasil meraih juara kedua dalam lomba poster tingkat SMP se-Kabupaten Tulungagung....

Bupati Rini Ungkap Laporan Paripurna Dewan Saat Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas

BLITAR, HARIAN- NEWS.com – Bupati Blitar Rini Syarifah melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator dan jabatan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar,...

Ketua Dewan Suwito Saren Menghimbau Masyarakat Kabupaten Blitar Waspadai Cuaca Ekstrem

BLITAR, HARIAN - NEWS .com – Cuaca ekstrim saat ini yang melanda Kabupaten Blitar dan sekitarnya harus diwaspadai.Hal ini diungkapkan, Ketua DPRD Kabupaten Blitar,...

Takmir Masjid Salsabila : Iman dan Taqwa Wujudkan Profesionalitas Kerja Karyawan Perumda Tirta Kanjuruhan Malang

KABUPATEN MALANG, HARIAN-NEWS.com - Salah satu bangunan pendukung yang berada di area perkantoran Perumda Tirta Kanjuruhan, adalah adanya Masjid Salsabila yang berdiri disisi selatan...
spot_img
spot_img

BERITA TRENDING