Olahraga

Percasi Tulungagung Siapkan Pecatur Masa Depan Lewat Perdikan Cup-V

×

Percasi Tulungagung Siapkan Pecatur Masa Depan Lewat Perdikan Cup-V

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Di tengah derasnya arus digital yang menyita perhatian generasi muda, puluhan pelajar justru memilih menundukkan kepala di hadapan papan hitam-putih. Mereka bukan sedang memainkan gim di layar gawai, melainkan menyusun strategi, menghitung risiko, dan mengasah kecerdasan dalam Turnamen Catur Perdikan Cup-V Se-Karesidenan Kediri yang digelar di Halaman Utama Bintara Center, Majan, Tulungagung, Sabtu (20/6/2026).

Sekilas suasana turnamen tampak tenang. Hanya terdengar detak jam catur dan suara bidak yang berpindah petak. Namun di balik ketenangan itu, berlangsung pertarungan ide, konsentrasi, dan mental juara yang tak kalah sengit dibanding cabang olahraga lainnya.

Turnamen yang terselenggara melalui kolaborasi Yayasan Yasendam, Dispora Tulungagung, KONI Tulungagung, dan Percasi Kabupaten Tulungagung tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai daerah di wilayah eks-Karesidenan Kediri, mulai Tulungagung, Kediri, Blitar hingga Trenggalek.

Ketua Percasi Kabupaten Tulungagung, Rijal Abdulloh, S.IP., M.AP., menegaskan bahwa Perdikan Cup bukan sekadar agenda kompetisi tahunan, melainkan bagian penting dari proses pembinaan atlet sejak usia dini.

Ketua Percasi Kabupaten Tulungagung, Rijal Abdulloh, S.IP., M.AP.,

Menurutnya, kompetisi menjadi ruang yang tidak tergantikan dalam pembentukan atlet. Latihan yang dilakukan selama berbulan-bulan baru benar-benar dapat diukur ketika atlet menghadapi lawan secara langsung di arena pertandingan.
“Turnamen menjadi parameter penting untuk melihat perkembangan atlet. Di sinilah mental, kemampuan berpikir, dan kesiapan bertanding benar-benar diuji,” ujarnya.

Rijal menilai catur tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter sekaligus penguatan kecerdasan. Di tengah tantangan era digital yang menghadirkan berbagai distraksi, catur mengajarkan kemampuan berpikir mendalam yang semakin dibutuhkan generasi muda.

Setiap langkah dalam permainan menuntut perhitungan matang dan setiap keputusan memiliki konsekuensi. Tidak ada ruang untuk bertindak secara tergesa-gesa. Dari proses itu, anak-anak belajar berpikir logis, sistematis, serta bertanggung jawab terhadap pilihan yang diambil.

Pecatur Wanita

Kemampuan tersebut, lanjutnya, sering terbawa ke dunia akademik. Banyak atlet catur memiliki kemampuan belajar yang baik karena terbiasa melatih analisis dan pemecahan masalah sejak usia dini.
“Anak-anak belajar memikirkan beberapa langkah ke depan. Pola pikir seperti itu sangat membantu mereka dalam proses belajar,” katanya.

Komitmen Percasi Tulungagung dalam pembinaan atlet muda pun mulai menunjukkan hasil nyata. Dalam beberapa tahun terakhir, Tulungagung berhasil menorehkan prestasi yang membuat namanya mulai diperhitungkan di tingkat nasional.

Tahun lalu, dua atlet Tulungagung, Vina dan Sofyan, berhasil meraih gelar juara nasional. Prestasi tersebut berlanjut tahun ini melalui atlet muda Hanya yang sukses menjadi runner-up nasional sekaligus menyandang gelar Master Percasi Wanita (MPW).

Capaian itu menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak hadir secara instan, melainkan lahir dari proses pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.
Percasi Tulungagung juga terus meningkatkan kualitas sumber daya pelatih dengan mengirim sejumlah pelatih lokal mengikuti program sertifikasi nasional di Jakarta.

Upaya tersebut diperkuat dengan kehadiran Masruri Rahman, pelatih bergelar Master Internasional yang pernah meraih gelar juara dunia tingkat sekolah dasar. Selama enam bulan, ia dipercaya membimbing atlet-atlet terbaik Tulungagung dalam menghadapi berbagai agenda penting, mulai Kejuaraan Provinsi Jawa Timur hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Kehadiran pelatih berkelas internasional itu menunjukkan bahwa Tulungagung tidak lagi sekadar menjadi peserta kompetisi, tetapi mulai membangun ambisi sebagai salah satu kekuatan baru catur di Jawa Timur.

Perdikan Cup-V menjadi gambaran bagaimana sebuah turnamen lokal dapat memainkan peran strategis dalam melahirkan atlet masa depan. Dari ruang pertandingan sederhana di Tulungagung, benih-benih juara sedang dipersiapkan.

Di atas papan catur yang hanya memiliki 64 petak, masa depan sedang dirancang satu langkah demi satu langkah. Dari langkah-langkah kecil itulah Tulungagung berharap mampu melahirkan pecatur yang kelak membawa nama daerah bersaing di tingkat Jawa Timur, nasional, hingga internasional.

Jurnalis: Pandhu