Olahraga

Dari Layar Nobar Ginanjar Rajut Kebersamaan dan Kemandirian Pemuda Lewat Sepak Bola

×

Dari Layar Nobar Ginanjar Rajut Kebersamaan dan Kemandirian Pemuda Lewat Sepak Bola

Sebarkan artikel ini

Nobar Halaman Kantor DPD Partai Golkar Tulungagung.

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Malam itu, sepak bola bukan sekadar pertandingan. Di halaman Kantor DPD Partai Golkar Tulungagung, sorak sorai ratusan warga menyatu dengan semilir angin malam, menciptakan suasana hangat yang jarang ditemukan di tengah kesibukan sehari-hari.

Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Tulungagung, Ginanjar

Saat Arsenal berhadapan dengan Paris Saint-Germain (PSG) dalam layar lebar, Sabtu (30/5/2026), anak-anak muda, orang tua, hingga para pecinta sepak bola dari berbagai kalangan duduk berdampingan. Tidak ada sekat usia, profesi, maupun latar belakang. Yang ada hanyalah semangat kebersamaan.

Di balik kemeriahan itu, berdiri sosok Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Tulungagung, Ginanjar.

Baginya, kegiatan nonton bareng bukan hanya soal menyaksikan siapa yang menang atau kalah di lapangan hijau. Lebih dari itu, sepak bola adalah ruang perjumpaan yang mampu menyatukan masyarakat.
“Menonton bersama menghadirkan suasana yang berbeda. Emosi, semangat, dan kebahagiaan terasa lebih hidup ketika dirasakan bersama-sama. Sepak bola memiliki kekuatan untuk mempersatukan banyak orang,” ujarnya.

Bagi Ginanjar, antusiasme masyarakat yang memadati lokasi nobar menjadi bukti bahwa ruang-ruang kebersamaan masih sangat dibutuhkan. Di tengah era digital yang membuat banyak orang lebih sering berinteraksi lewat layar gawai, momen sederhana seperti duduk bersama menyaksikan pertandingan ternyata mampu menghadirkan kehangatan sosial yang nyata.

Namun, mimpi yang dibawa Ginanjar tidak berhenti di layar pertandingan.
Di balik riuh tepuk tangan dan sorak dukungan, ia sedang merancang sesuatu yang lebih besar: membangun generasi muda Tulungagung yang aktif, produktif, dan mandiri.

Karena itu, AMPG Tulungagung berencana menjadikan kegiatan nobar sebagai agenda rutin. Tidak hanya untuk memperkuat kebersamaan, tetapi juga sebagai pintu masuk membangun komunitas pemuda yang lebih solid.

Langkah berikutnya adalah membuka ruang pengembangan minat dan bakat di berbagai bidang olahraga, termasuk bola voli. Bahkan yang lebih penting, AMPG tengah menyiapkan program pembinaan kewirausahaan bagi generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda Tulungagung tidak hanya kompak saat mendukung tim favoritnya, tetapi juga mampu berdiri di atas kaki sendiri, memiliki keterampilan, dan berdaya secara ekonomi,” kata Ginanjar.

Baginya, pemuda bukan sekadar aset masa depan, melainkan kekuatan yang harus mulai dipersiapkan sejak hari ini.
Menariknya, di tengah visi besar yang ia bangun, Ginanjar tetap seorang pencinta sepak bola sejati. Malam itu, meski PSG yang didukungnya sedang tertinggal dari Arsenal, optimisme tetap terpancar dari wajahnya. Ia percaya tim asal Prancis tersebut mampu bangkit dan membalikkan keadaan.

Kekagumannya terhadap Achraf Hakimi, bek sayap kanan PSG yang dikenal memiliki kecepatan dan determinasi tinggi, menjadi alasan tersendiri mengapa ia setia mendukung klub tersebut.

Pada akhirnya, malam itu mengajarkan satu hal sederhana namun bermakna. Sepak bola memang tentang gol, kemenangan, dan rivalitas. Namun di tangan orang-orang yang memiliki visi, sepak bola juga bisa menjadi jembatan persaudaraan, ruang tumbuh generasi muda, dan titik awal lahirnya harapan-harapan baru bagi masa depan.

Dari sebuah layar nobar sederhana di Tulungagung, semangat membangun pemuda ternyata bisa dimulai.
(Jurnalis: Pandhu)