Ahmad Baharudin tendang bola menandai pertandingan perdana TJL Season 4 2026, Minggu (21/6/2026 di Lapangan Natadiwirya Soccer Field, Desa Tawing, Kecamatan Gondang, Tulungagung
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Pembinaan sepak bola usia dini kembali menunjukkan geliat positif di Kabupaten Tulungagung. Sebanyak 74 tim dari 33 Sekolah Sepak Bola (SSB) berbagai daerah di wilayah Karesidenan Kediri ambil bagian dalam Tulungagung Junior League (TJL) Season 4 yang resmi dibuka di Natadiwirya Soccer Field, Desa Tawing, Kecamatan Gondang, Minggu (21/6/2026).
Kompetisi yang akan berlangsung selama empat hingga lima bulan tersebut menjadi ruang pembinaan sekaligus ajang pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial sejak usia dini.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin yang hadir sekaligus membuka turnamen menegaskan bahwa pembinaan sepak bola usia muda harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.

Pembukaan kompetisi berlangsung meriah. Pelepasan burung merpati dan balon ke udara menjadi simbol dimulainya turnamen, disaksikan jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Gondang, pengurus Askab PSSI Tulungagung, para pelatih, orang tua pemain, serta ratusan peserta yang memenuhi area lapangan.
Suasana semakin semarak dengan antusiasme para pemain muda yang tampil mengenakan atribut tim masing-masing, membawa harapan besar untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Baharudin yang juga menjabat Ketua Askab PSSI Tulungagung menilai Sekolah Sepak Bola (SSB) memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Menurutnya, pembinaan tidak semata mengejar kemenangan atau kemampuan mencetak gol, melainkan juga membangun mental dan karakter.
“Anak-anak harus dibekali mental yang kuat sejak dini. Prestasi tidak akan lahir tanpa kedisiplinan dan karakter yang baik,” tegasnya.
Ia berharap kompetisi usia dini seperti Tulungagung Junior League terus mendapatkan dukungan berbagai pihak agar proses pembinaan berjalan berkelanjutan dan mampu melahirkan atlet yang siap bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Di tengah berbagai tantangan pembinaan olahraga daerah, mulai dari keterbatasan sarana hingga pendanaan, penyelenggaraan Tulungagung Junior League dinilai menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola akar rumput masih terus bergerak dan berkembang.
Ketua Panitia Pelaksana, Radiansyah, mengungkapkan bahwa kompetisi tahun ini mempertandingkan enam kelompok usia, mulai kategori U-10 hingga U-15.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan minat masyarakat terhadap sepak bola usia dini masih sangat tinggi. Namun antusiasme tersebut harus diimbangi dengan kompetisi yang berkualitas agar bakat-bakat muda dapat terus berkembang.
“Tugas kita bukan sekadar menggelar turnamen, tetapi memastikan anak-anak memiliki ruang berkembang secara berkesinambungan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, Tulungagung Junior League Season 4 menjadi cermin keseriusan pembinaan sepak bola usia dini. Sebab dari lapangan-lapangan desa hari ini, bukan tidak mungkin akan lahir pemain-pemain yang kelak membawa nama Tulungagung bersinar di panggung sepak bola nasional.
Jurnalis: Pandhu
Caption Foto: Ratusan peserta dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) mengikuti upacara pembukaan Tulungagung Junior League Season 4 di Natadiwirya Soccer Field, Desa Tawing, Kecamatan Gondang, Minggu (21/6/2026).













