TRENGGALEK, HARIAN-NEWS.com — DPRD Kabupaten Trenggalek menggelar rapat paripurna dengan sejumlah agenda penting di Ruang Paripurna DPRD Trenggalek, Selasa (26/5/2026). Salah satu agenda utama dalam sidang tersebut yakni pengambilan sumpah Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Trenggalek.
H. Komarudin resmi dilantik sebagai anggota DPRD Trenggalek melalui mekanisme PAW menggantikan almarhum Nur Efendi. Prosesi pengambilan sumpah dipimpin langsung Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi dan dihadiri Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara, jajaran Forkopimda, serta seluruh anggota DPRD Trenggalek.
Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, rapat paripurna kali ini membahas empat agenda penting, dimulai dari pelantikan anggota DPRD melalui mekanisme PAW.
“Hari ini kita melaksanakan rapat paripurna dengan empat agenda. Pertama, Pergantian Antar Waktu almarhum saudara Nur Efendi yang digantikan saudara Komarudin. Alhamdulillah berjalan lancar. Nantinya saudara Komarudin bertugas di Komisi IV dan Badan Musyawarah,” ujar Doding.
Ia berharap dengan kembali lengkapnya jumlah anggota DPRD menjadi 45 orang, kinerja legislatif semakin maksimal dalam menjalankan fungsi pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi. Sekarang anggota DPRD kembali genap 45 orang sehingga kinerja DPRD semakin maksimal,” imbuhnya.
Selain agenda PAW, DPRD Trenggalek juga menyetujui perubahan nama Bank Perkreditan Rakyat Jwalita menjadi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Jwalita.
Menurut Doding, perubahan nomenklatur tersebut diharapkan mampu memperkuat branding lembaga keuangan daerah itu di tengah masyarakat.
“Nanti dalam promosinya BPR Jwalita bisa menggunakan nama Bank Trenggalek untuk branding. Alhamdulillah sudah diparipurnakan dan disetujui menjadi Bank Perekonomian Rakyat Jwalita,” jelasnya.
Agenda berikutnya yakni persetujuan penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Trenggalek kepada BPR Jwalita sebesar Rp10 miliar. Penyertaan modal tersebut akan diberikan secara bertahap, masing-masing Rp5 miliar pada tahun 2027 dan Rp5 miliar pada tahun 2028.
Doding menilai perkembangan BPR Jwalita selama ini cukup baik dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita tahu progres BPR Jwalita sangat bagus dan memuaskan. Dengan tambahan modal dan perubahan branding ini, kita berharap cakupannya semakin luas dan kinerjanya semakin maksimal,” katanya.
Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya BPR Jwalita telah menyumbang sekitar Rp1 miliar kepada PAD Kabupaten Trenggalek. Dengan tambahan modal tersebut, diharapkan laba perusahaan daerah itu semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang.
Jurnalis : Nanang Noor













