Berita Iklan

Moyoketen Carnival 2026 Meriah, Gotong Royong Jadi Kekuatan

×

Moyoketen Carnival 2026 Meriah, Gotong Royong Jadi Kekuatan

Sebarkan artikel ini
Hari Purwanto Kepala Desa Moyoketen bangkitkan gotong royong warga.

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Jalanan Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, berubah menjadi panggung kreativitas warga saat Moyoketen Carnival 2026 digelar, Minggu (30/8/2026).

Ribuan peserta ikut ambil bagian. Antusiasme warga juga membeludak hingga membuat sepanjang jalur carnival dipadati penonton.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya sound horeg yang mengiringi parade. Beragam kostum, ornamen, seni pertunjukan dan kreasi warga tampil dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, Moyoketen Carnival 2026 tidak berhenti sebagai tontonan.

Pemerintah Desa Moyoketen mengusung tema “Ketahanan Pangan, Seni, dan Budaya”. Tema tersebut menjadi pesan utama bahwa kemajuan desa tidak harus menghilangkan identitas dan budaya lokal.

Kepala Desa Moyoketen, Hari Purwanto, mengatakan carnival menjadi momentum untuk menggali sekaligus memperkenalkan potensi masyarakat.

“Kami ingin peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menggali, memperkenalkan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki desa,” ujar Hari.

Menurut dia, ketahanan pangan merupakan bagian penting dari kemandirian masyarakat desa. Sementara seni dan budaya menjadi identitas yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Pesan tersebut diwujudkan melalui berbagai kreativitas peserta. Kostum, ornamen, seni pertunjukan hingga konsep penampilan dibuat untuk menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.

Kades Hari Purwanto brrsama istri  dengan  salah seorang peserta Moyoketen Carnival 2026.

Gotong Royong Jadi Kekuatan

Di balik kemeriahan carnival, terdapat kerja bersama masyarakat yang berlangsung sejak tahap persiapan.

Warga terlibat dalam pembentukan kelompok, penyusunan konsep, pembuatan kostum dan ornamen, kebutuhan teknis hingga pengamanan kegiatan.

Hari mengatakan, besarnya kegiatan tidak mungkin ditangani pemerintah desa seorang diri.

“Kegiatan ini tidak mungkin berjalan dengan baik apabila hanya mengandalkan pemerintah desa. Karena itu, sejak tahap persiapan kami mendorong adanya gotong royong dan partisipasi masyarakat,” katanya.

Karena itu, Moyoketen Carnival kemudian berkembang menjadi panggung bersama. Warga bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama yang menunjukkan kemampuan dan kreativitas mereka.

Ada warga yang membuat kostum, tampil dalam pertunjukan seni, membantu kebutuhan teknis hingga ikut menjaga keamanan dan ketertiban.

Keramaian Jadi Peluang Ekonomi

Besarnya jumlah peserta dan pengunjung juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pelaku UMKM, pedagang makanan dan usaha warga mendapat ruang untuk ikut bergerak memanfaatkan tingginya aktivitas masyarakat selama carnival.

Namun, bagi Pemerintah Desa Moyoketen, ukuran keberhasilan tidak sekadar terletak pada jumlah pengunjung.

“Kami ingin kegiatan ini memberikan dampak yang berkelanjutan. Bukan hanya ramai pada saat karnaval, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat setelah kegiatan selesai,” ungkap Hari.

Harapannya, Moyoketen Carnival dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin dikenal, baik di Kecamatan Boyolangu maupun Kabupaten Tulungagung.

Kades Hari Purwanto bersama istri  dengan  peserta terbaik Moyoketen Carnival 2026.

Dengan demikian, carnival tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang promosi potensi desa.

Anak Muda Diminta Tak Malu Jadi Anak Desa

Hari juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda.

Ia meminta anak-anak muda tidak minder dengan identitas sebagai masyarakat desa. Budaya lokal, menurutnya, bukan sesuatu yang kuno dan harus ditinggalkan.

Justru generasi muda memiliki peran penting untuk membawa budaya lokal ke masa depan dengan kreativitas dan pendekatan yang lebih modern.

“Jangan malu menjadi anak desa dan jangan pernah merasa budaya sendiri itu ketinggalan zaman. Justru generasi muda memiliki peran penting untuk membawa seni dan budaya lokal ke masa depan dengan kreativitas yang lebih modern,” tegasnya.

Ia berharap semangat gotong royong, kreativitas, pelestarian budaya dan pengembangan potensi desa tetap berjalan meski carnival telah berakhir.

“Karnaval ini boleh selesai, tetapi semangat yang kita bangun jangan sampai berhenti. Kami berharap Moyoketen Carnival bukan hanya menjadi tontonan, tetapi menjadi tuntunan dan kebanggaan bersama,” pungkas Hari Purwanto.

Moyoketen Carnival 2026 pada akhirnya menunjukkan bahwa jalan desa dapat menjadi ruang ekspresi masyarakat. Di sana, kemeriahan kemerdekaan bertemu dengan kreativitas, budaya, gotong royong dan upaya memperkuat potensi ekonomi warga.

Jurnalis: Pandhu