
Kepala Desa Kendalbulur, Anang Mustofa, S.E.,(foto by Pandhu).
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Di tengah kian memudarnya rona hijau, Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, berdiri tegak menjaga warisan alamnya.
Melalui Peraturan Desa (Perdes) Nomor 3 Tahun 2021 tentang Kelestarian Lingkungan Hidup, desa ini menegaskan komitmennya: melawan degradasi lingkungan bukan sekadar wacana, tapi gerakan nyata.
Kepala Desa Kendalbulur, Anang Mustofa, S.E., menuturkan bahwa Perdes ini lahir dari kegelisahan yang tak bisa lagi diabaikan.
“Dulu, desa ini teduh, sejuk, dan hijau. Kini pohon-pohon besar hilang satu per satu. Udara yang dulu segar berubah panas dan sumuk,” ungkapnya saat ditemui di Taman Nangkula Park, Senin (11/8/2025).
Tak hanya kehilangan tutupan hijau, Anang juga menyoroti dua masalah besar lain: sampah rumah tangga dan limbah kolam ikan di kawasan Kampung Patin. Limbah yang langsung mengalir ke sungai menjadi ancaman nyata bagi ekosistem.
Strategi Tegas, Edukasi Jalan Terus
Pemdes Kendalbulur tak sekadar membuat aturan di atas kertas. Sosialisasi dilakukan dari forum warga, lembaga desa, hingga kegiatan keagamaan. Meski sanksi pidana belum diberlakukan penuh, teguran keras dan pernyataan tertulis sudah menjadi “tameng” awal.
Anang mencontohkan, pernah ada warga luar desa yang meracun ikan di sungai.
“Pelaku langsung kita beri teguran keras dan pernyataan tertulis. Kalau mengulangi, kami proses pidana. Ini perusakan lingkungan, bukan hal sepele,” tegasnya.
Bibit Pohon, Tanda Awal Kebangkitan Hijau
Sejak diberlakukan, Perdes ini mulai menuai hasil. Pada 2022, Pemdes membagikan 500 bibit buah dari BBWS Brantas dan CSR BRI. Sebagian besar warga menanamnya di halaman rumah, menandai lahirnya kembali titik-titik hijau di desa.
Meski begitu, Anang mengakui distribusi bibit belum merata.
“Tahun depan kita anggarkan lagi supaya semua rumah bisa punya pohon,” ujarnya.
Tantangan: Membangun Kesadaran Bersama
Kesadaran masyarakat masih menjadi PR besar. Sampah di tepi jalan dan sungai masih terlihat. Pemdes sempat menggelar program Jumat Bersih selama hampir setahun, namun partisipasi masih terbatas.
“Harus ada sinergi antar-RT/RW, BPD, Satlinmas, dan PKK. Kalau semua bergerak, kesadaran warga akan tumbuh,” kata Anang.
Menjadi Desa Teladan Lingkungan
Tahun depan, Kendalbulur akan melanjutkan program penghijauan, menambah indikator penilaian kebersihan lingkungan di setiap RT, dan menjadikan yang terbaik sebagai percontohan.
“Kami ingin ada alat ukur yang jelas. Dengan langkah nyata dan indikator keberhasilan, kesadaran warga bisa tumbuh pelan tapi pasti,” pungkasnya.
Perdes No. 3/2021 ini bukan sekadar aturan—ia adalah “senjata hijau” yang diharapkan mengembalikan Kendalbulur menjadi desa yang kembali teduh, sejuk, dan layak menjadi teladan pelestarian lingkungan di Tulungagung.
Jurnalis: Pandhu