
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Warga dari berbagai usia di Kabupaten Tulungagung semakin rutin berlari pada pagi dan malam hari. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tulungagung Achmad Mugiyono menyebut aktivitas tersebut mulai menjadi kebiasaan masyarakat.
“Yang awalnya mungkin FOMO lari, sekarang sudah menjadi budaya,” ujar Achmad dalam wawancara dengan Harian News, Rabu (2/9/2026).
Menurut dia, minat terhadap olahraga lari meningkat sejak 2025 hingga 2026. Sedikitnya enam event lari digelar di Tulungagung sepanjang 2026.
Dispora mendorong agar olahraga tidak hanya dilakukan saat perlombaan, tetapi menjadi aktivitas rutin. Pemerintah juga menggandeng komunitas olahraga dan generasi muda untuk memperluas partisipasi masyarakat.
Diikuti Berbagai Usia
Lari kini tidak hanya dilakukan komunitas anak muda. Warga dari berbagai kelompok usia ikut berolahraga di ruang publik dan melalui komunitas.
Achmad mengatakan pemerintah berperan menyediakan ruang, fasilitas, regulasi, dan ekosistem olahraga. Namun, keberlanjutan kegiatan tetap bergantung pada partisipasi masyarakat dan komunitas.
Dikembangkan untuk Sport Tourism
Dispora juga menyiapkan pengembangan olahraga melalui konsep sport tourism. Sejumlah lokasi seperti pantai di sepanjang Jalur Lintas Selatan (JLS), Gunung Budeg, Candi Dadi, dan kawasan perkotaan dinilai dapat menjadi lokasi kegiatan olahraga sekaligus wisata.
Event olahraga diharapkan berdampak pada kunjungan wisata dan ekonomi lokal. Dispora berencana melibatkan UMKM melalui bazar dalam setiap kegiatan.
Agenda November 2026
Dua agenda olahraga disiapkan pada November 2026 dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tulungagung, yakni Tulungagung Fun Run 10K dan Trail Candi Dadi.
Kegiatan tersebut akan menggabungkan olahraga dengan pengenalan kawasan perkotaan dan destinasi alam Tulungagung. Dispora menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah event, tetapi juga dari keberlanjutan kebiasaan berolahraga setelah kegiatan selesai.
Jurnalis: Pandhu













