
Kades Kauman, Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung , Brida Mardi Utomo, SE (foto by Pandhu).
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Desa Kauman kini bernafas lega. Setelah lama dipimpin pejabat sementara, Jumat (29/8/2025) Balai Desa Kauman menjadi saksi sejarah penyerahan tongkat estafet kepemimpinan. Brida Mardi Putro, S.E. resmi menakhodai desa, menggantikan Pj Kades Muhammad Arifai.
Dalam wawancara eksklusif bersama HARIAN-NEWS.com, Brida menegaskan bahwa arah pembangunan tetap berpedoman pada RPJMDes 2025–2027 yang telah dirancang sebelumnya.
Namun, ia menambahkan warna baru dalam prioritas desa, terutama di bidang ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan pemuda.
“Fokus utama kami ke depan adalah ketahanan pangan. Kelompok tani, wanita tani, hingga peternak harus lebih produktif. Minimal 20 persen Dana Desa akan kami arahkan sesuai regulasi, baik untuk permodalan maupun pengembangan bersama BUMDes,” ujarnya.
Pendidikan Gratis dari BUMDes
Tak berhenti pada sektor pangan, Brida juga menaruh perhatian pada pendidikan. Ia menyebut sebagian hasil usaha BUMDes akan dialokasikan untuk mendukung akses pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu. “Bidang pendidikan menjadi perhatian serius kami. Desa Kauman harus hadir membantu warganya, terutama anak-anak,” katanya.
Infrastruktur dan Banjir Musiman
Desa Kauman, yang kerap diguyur banjir musiman, seolah berteriak meminta perhatian. Brida merespons dengan menegaskan normalisasi saluran air sebagai prioritas dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). “Normalisasi saluran air mendesak. Kami akan dorong realisasi melalui kerja sama dengan Pemkab Tulungagung dan DPRD,” tegasnya.
Pemuda Sebagai Energi Desa
Brida menilai pemuda bukan sekadar penonton, melainkan energi yang menghidupkan desa. Ia berkomitmen melibatkan mereka dalam kegiatan kreatif, kewirausahaan, hingga aksi sosial. “Anak muda harus dilibatkan agar berkembang dan berdaya saing, sekaligus terhindar dari pengaruh negatif,” ucapnya.
Musyawarah Sebagai Denyut Desa
Bagi Brida, musyawarah desa adalah detak jantung demokrasi Kauman. Ia menegaskan komunikasi dengan RT, RW, BPD, hingga tokoh masyarakat akan terus dijaga demi menyelesaikan persoalan warga. “Kami akan ajak semua unsur bekerja sama. Dengan kebersamaan, program desa bisa berjalan efektif,” jelasnya.
Optimisme Dua Tahun Masa Jabatan
Menutup perbincangan, Brida sadar masa jabatannya hanya dua tahun. Namun, ia optimistis dengan gotong royong sebagai napas Kauman, program prioritas bisa berjalan optimal. “Dua tahun memang singkat, tapi akan kami manfaatkan sebaik mungkin. Harapan saya, masyarakat Kauman tetap rukun dan bergotong royong demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
Jurnalis: Pandhu
Editor Tanu Metir