Jairi Irawan, S.Hum., M.Kp., Dorong UMKM Tulungagung Kuasai AI.
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — Di tengah percepatan transformasi digital, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut mampu beradaptasi agar tetap kompetitif. Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dinilai menjadi salah satu instrumen strategis yang dapat mendorong produktivitas, memperkuat pemasaran, hingga membuka akses pasar internasional.
Pesan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, Jairi Irawan, S.Hum., M.Kp., saat membuka sosialisasi bertajuk “Mengembangkan Peluang Industri Kreatif dengan Memanfaatkan Artificial Intelligence (AI)” di Menteng Social House, Tulungagung, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti pelaku UMKM, content creator, YouTuber, serta masyarakat umum yang ingin memahami pemanfaatan AI dalam mengembangkan usaha dan industri kreatif.
Menurut Jairi, perkembangan AI tidak boleh dipandang sebagai ancaman yang akan menggantikan manusia. Sebaliknya, teknologi tersebut justru membuka peluang lahirnya profesi baru, meningkatkan efisiensi kerja, sekaligus memperluas peluang bisnis hingga menembus pasar global.
“Kalau kita tidak mulai belajar hari ini, kita akan tertinggal. AI harus menjadi alat yang membantu masyarakat berkembang, bukan sesuatu yang ditakuti,” tegas Jairi.
Ia menjelaskan, saat ini pelaku UMKM dapat memanfaatkan berbagai platform berbasis AI untuk membuat desain promosi, kemasan produk, materi pemasaran, hingga konten digital secara lebih cepat, menarik, dan profesional tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Menurutnya, kemampuan memanfaatkan AI akan menjadi modal penting agar produk-produk lokal Tulungagung mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan ekonomi digital.
Dalam pemaparannya, Jairi juga menyoroti masih banyaknya desain spanduk, pamflet, maupun materi promosi di berbagai desa yang terlihat seragam dan kurang memiliki identitas visual. Kondisi tersebut, katanya, bukan karena keterbatasan teknologi, melainkan rendahnya kemampuan pengguna dalam menyusun prompt atau instruksi kepada AI.
Karena itu, pelatihan tersebut tidak hanya mengenalkan teknologi AI, tetapi juga membekali peserta dengan teknik menyusun prompt yang tepat agar mampu menghasilkan desain visual yang kreatif, informatif, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Selain pelatihan AI, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta. Menurut Jairi, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap kesehatan masyarakat.
Ia mengakui masih banyak warga yang enggan memeriksakan diri karena takut mengetahui penyakit yang dideritanya. Padahal, deteksi dini menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas.
Dengan gaya komunikasinya yang santai, Jairi menyampaikan pesan yang disambut tawa peserta. “Kalau jasmaninya sehat, semoga dompetnya juga sehat.”
Dalam kesempatan itu, Jairi juga memperkenalkan layanan konsultasi gratis di Kantor DPD Partai Golkar Tulungagung yang dibuka setiap hari Kamis dan malam Minggu. Layanan tersebut meliputi konsultasi hukum, pendampingan UMKM, persoalan keluarga, hingga kesehatan mental dengan jaminan kerahasiaan bagi masyarakat.
Usai kegiatan, kepada awak media Jairi kembali menegaskan bahwa masa depan ekonomi daerah tidak cukup hanya bertumpu pada sektor konvensional. Penguasaan teknologi digital harus menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi yang mampu melahirkan generasi muda yang mandiri dan berdaya saing.
Menurutnya, AI membuka peluang besar bagi anak-anak muda Tulungagung untuk bekerja sebagai desainer grafis, editor video, kreator konten, hingga pekerja lepas (freelancer) yang dapat melayani klien dari berbagai negara tanpa harus meninggalkan daerah asal.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga membawa tantangan berupa penyalahgunaan informasi. Karena itu, literasi digital harus terus diperkuat agar masyarakat mampu memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, kritis, dan beretika.
Lebih jauh, Jairi mengungkapkan bahwa pelatihan AI bukanlah tujuan akhir. Program tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengantarkan produk-produk UMKM Tulungagung menembus pasar ekspor.
Ia mengungkapkan komunikasi dengan sejumlah eksportir telah dilakukan dan peluang pemasaran produk lokal ke Malaysia mulai terbuka. Kesempatan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi UMKM Tulungagung untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk daerah.
“Bagi kami, AI bukan sekadar teknologi, tetapi alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kalau UMKM mampu memanfaatkannya dengan baik, peluang naik kelas hingga menembus pasar internasional akan semakin terbuka,” pungkasnya.
Jurnalis: Pandhu













