

KEDIRI, HARIAN- NEWS.com– Terik matahari menyelimuti Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Sabtu (25/4/2026). Namun suasana panas tak menyurutkan semangat puluhan warga dan relawan yang hadir dalam grand opening Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pojok Dua.
SPPG Pojok Dua merupakan bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam pelaksanaannya, BGN memberikan amanah kepada Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Al Azhaar Tulungagung.

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat itu sekaligus menjadi tasyakuran atas beroperasinya dapur pelayanan gizi tersebut.
Ketua Dewan Pembina Yayasan, KH Imam Mawardi Ridlwan, menyampaikan pesan kepada para mitra dan relawan agar menjalankan tugas dengan niat ibadah dalam melayani para penerima manfaat, khususnya anak-anak di Kecamatan Wates.
“Saya berharap para relawan meneguhkan niat untuk melayani sebagai ibadah. Jika niatnya ibadah, maka rezeki yang diterima menjadi berkah. Relawan pun akan diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Ia menegaskan, program MBG bukan sekadar pembagian makanan, tetapi amanah besar yang berkaitan dengan masa depan generasi Indonesia.
“Dana Rp10.000 per anak wajib dibelanjakan utuh. Tidak boleh dikurangi. Ini amanah yang harus dijalankan dengan jujur,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Koramil Wates, Tedjo, menyampaikan bahwa program Presiden Prabowo tersebut bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.
Menurutnya, SPPG Pojok Dua akan melayani sekitar 1.700 penerima manfaat, terdiri dari pelajar dan kelompok 3B.
“Program ini bukan hanya memberi makan, tetapi pemenuhan gizi sebagai investasi masa depan anak bangsa. Semoga seluruh tim SPPG Pojok Dua menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Menutup keterangannya kepada awak media, KH Imam Mawardi memastikan yayasan akan terus mengawasi kinerja para relawan. Ia juga berharap pihak sekolah aktif memberikan masukan terkait menu yang disukai para penerima manfaat.
“Para relawan saya minta rajin berdoa,” pungkasnya.
Jurnalis Ded/Rif
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !