BlitarPemerintahan

DKPP Blitar Tancap Gas: Target 50.882 Hektare Tanam Padi, Kunci Swasembada Pangan

×

DKPP Blitar Tancap Gas: Target 50.882 Hektare Tanam Padi, Kunci Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini

Kepala Dinas Ketahanan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar.

BLITAR, HARIAN-NEWS.com — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar tampil sebagai motor utama penguatan sektor pangan daerah. Tahun 2026 ini, DKPP mematok target ambisius: luas tambah tanam (LTT) padi mencapai 50.882 hektare.

Komitmen itu ditegaskan langsung Kepala DKPP Kabupaten Blitar, Ir. Setiyana, saat mendampingi kunjungan kerja bersama Bupati dan Wakil Bupati Blitar dalam agenda peninjauan Gudang Bulog Cabang Tulungagung di Desa Pojok dan Desa Bence, Kecamatan Garum, Senin (4/5/2026).

Bagi DKPP, target ini bukan sekadar angka, melainkan langkah strategis memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan Blitar tetap menjadi penopang produksi beras.
“DKPP optimistis target ini bisa tercapai. Ini bagian dari komitmen kami dalam mendukung swasembada pangan,” tegas Setiyana.

Untuk bulan Mei 2026, DKPP menargetkan luas tanam sekitar 3.600 hektare. Namun realisasinya akan disesuaikan dengan kondisi musim, ketersediaan air, serta kesiapan lahan—indikator yang terus dimonitor langsung oleh jajaran DKPP di lapangan.

Rekam jejak DKPP menjadi dasar optimisme. Pada 2025, target 31 ribu hektare berhasil dilampaui dengan capaian hingga 42 ribu hektare. Lonjakan ini menunjukkan efektivitas strategi yang dijalankan, sekaligus menjadi pijakan untuk menaikkan target di tahun berikutnya.

Tak hanya luas tanam, DKPP juga menyoroti produktivitas. Rata-rata hasil panen padi di Kabupaten Blitar mencapai sekitar 7 ton per petak—angka yang dinilai mampu menopang peningkatan produksi secara signifikan.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan penyuluh, gapoktan, dan seluruh stakeholder. DKPP tidak bisa bekerja sendiri, tapi harus bergerak bersama,” imbuhnya.

Dengan peran sentral DKPP yang semakin kuat, Kabupaten Blitar diarahkan menjadi salah satu pilar ketahanan pangan nasional. Namun di balik target besar itu, tantangan tetap mengintai—mulai dari faktor cuaca hingga konsistensi di tingkat petani.

Kini, keberhasilan target tersebut akan sangat bergantung pada seberapa solid orkestrasi yang dikendalikan DKPP di lapangan. Jika berhasil, Blitar tak sekadar menanam padi, tetapi menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan yang diperhitungkan.

Jurnalis : Etok