
TULUNGAGUNG, HARIAN NEWS — Ribuan warga memadati kawasan pusat Kota Tulungagung sejak Minggu pagi (24/5/2026) untuk mengikuti “Soneta Runniversary”, ajang lari 5 kilometer yang digelar SMPN 1 Tulungagung dalam rangka Dies Natalis ke-80 sekolah tersebut.
Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Pemerintah Kabupaten Tulungagung itu berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Tidak hanya diikuti pelajar, event tersebut juga diikuti masyarakat umum, komunitas olahraga, hingga keluarga yang memanfaatkan momen itu sebagai ajang olahraga bersama.
Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang turut hadir dan membaur bersama peserta memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Soneta Runniversary. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti ini mampu membangun budaya hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Selain menyehatkan, juga mampu membangun semangat kebersamaan dan menggerakkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan,” ujar Ahmad Baharudin.
Ia berharap kegiatan berbasis pendidikan yang dikemas kreatif dan melibatkan masyarakat luas dapat terus digelar secara berkelanjutan di Tulungagung.
Mengusung tema “Lari Ceria Satukan Asa”, Soneta Runniversary tidak sekadar menjadi perlombaan lari, tetapi juga kampanye gaya hidup sehat di tengah meningkatnya pola hidup pasif akibat penggunaan gawai dan minimnya aktivitas fisik.
Kepala SMPN 1 Tulungagung, Drs. Heni Hendarto, M.Pd., mengatakan sekolah memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang sehat secara fisik maupun mental. Menurutnya, olahraga harus kembali menjadi budaya di kalangan pelajar dan masyarakat.
“Anak-anak sekarang hidup di era digital yang membuat aktivitas fisik semakin berkurang. Karena itu olahraga harus kembali dibiasakan,” ujarnya.
Momentum kegiatan yang digelar bertepatan dengan bulan Mei itu juga menjadi bagian dari semangat memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). SMPN 1 Tulungagung ingin menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga membangun karakter sehat dan tangguh.
Berbeda dengan lomba lari profesional, Soneta Runniversary dikemas lebih inklusif dan santai. Peserta bebas menikmati rute 5 kilometer dengan cara masing-masing, mulai dari berlari kompetitif hingga berjalan santai bersama keluarga dan sahabat.
Meski demikian, panitia tetap menyediakan kategori pelajar, master, dan umum untuk memberi ruang kompetisi sekaligus menjaring bibit atlet baru dari Tulungagung.
Antusiasme peserta di luar perkiraan panitia. Sebanyak 1.500 peserta tercatat mendaftar secara online dan jumlah keseluruhan diperkirakan mencapai 1.600 orang setelah ditambah peserta offline.
Kepadatan peserta membuat kawasan pusat pemerintahan Tulungagung berubah menjadi lautan manusia sejak pagi hari. Suasana semakin semarak dengan kehadiran Bupati Tulungagung yang ikut membaur dan berlari bersama peserta.
Kesuksesan Soneta Runniversary juga menunjukkan perubahan wajah kegiatan sekolah yang kini lebih kreatif, inklusif, dan dekat dengan masyarakat. SMPN 1 Tulungagung mencoba menghadirkan perayaan hari jadi sekolah yang tidak hanya seremonial, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi publik.
Jurnalis : Pandhu















