

DEPOK , HARIAN-NEWS.com – Dunia politik dan literasi nasional kembali dibuat bergelombang. Nama Ahmad Bahar kembali mencuri perhatian setelah merilis buku terbarunya yang berani dan penuh spekulasi: “Buku Pintar Politik, Wapres 2029: Sufmi Dasco Ahmad.”
Rencana pre-launching buku ini akan digelar di kawasan kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada pertimbangan kedekatan geografis penulis, sekaligus nilai historis kampus yang kerap dikenal sebagai ruang lahirnya gagasan perjuangan dan pemikiran kritis.
Dalam buku ini, Bahar mengangkat sosok Sufmi Dasco Ahmad sebagai figur politik yang dinilai menarik. Dikenal tidak banyak bicara, namun setiap pernyataannya sarat substansi, Dasco digambarkan sebagai tokoh dengan bobot pemikiran yang kuat dan peran strategis di panggung nasional.
Sebagai figur yang berada di lingkaran inti kekuasaan dan dekat dengan Presiden Prabowo Subianto, posisi Dasco dinilai bukan sembarangan. Dalam perspektif publik, kedekatan tersebut menandakan pengaruh dan peran penting dalam dinamika politik nasional.
Menariknya, Ahmad Bahar mengaku selalu memiliki kekhawatiran tersendiri saat menulis buku bernuansa prediksi politik. Pengalaman masa lalu menunjukkan, sejumlah karyanya kerap menjadi “kenyataan”.
Beberapa di antaranya:
“9 Alasan Memilih JOKO, Presiden-Wakil Presiden 2014” (terbit 2013), yang kemudian terbukti dengan terpilihnya Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
“Ketika Negara Memanggil, 2019: Jokowi–Ma’ruf Amin”, yang kembali terbukti dengan kemenangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.
Bahkan jauh sebelumnya, Bahar telah menulis biografi politik Megawati Soekarnoputri dan Abdurrahman Wahid, dengan prediksi keduanya akan menjadi pemimpin nasional—yang kemudian terbukti.
Untuk buku terbarunya ini, Bahar mengungkapkan optimisme tinggi. Rencananya, peluncuran akan dilakukan melalui roadshow di sejumlah kota.
Antusiasme publik pun sudah terlihat sejak tahap awal, di mana pemesanan buku telah menembus angka sekitar 12.000 eksemplar dari berbagai daerah, termasuk luar Pulau Jawa.
Fenomena ini, menurut Bahar, menunjukkan tingginya ketertarikan masyarakat terhadap sosok Dasco dan dinamika politik ke depan.
Melalui buku ini, Ahmad Bahar berharap masyarakat semakin cerdas dalam menentukan pilihan politik. Ia menekankan pentingnya literasi politik agar publik tidak kembali terjebak pada pilihan yang berujung kekecewaan akibat munculnya figur yang dinilai kurang kompeten namun berhasil menduduki jabatan strategis.
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !