160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT


Bupati Ajak Masyarakat Turunkan Angka Stunting

MADURA, HARIAN-NEWS.com – Bupati Bangkalan RA Latif klaim penguatan di semua sektor menjadi kunci utama penurunan kasus stunting, khususnya di Kabupaten Bangkalan.

Pernyataan tersebut disampaikan RA Latif saat menghadiri acara ‘Bersinergi Mendukung Penanganan Stunting dan Pengobatan Massal’ di Desa Lantek Timur, Kecamatan Galis, Bangkalan, Rabu (9/2/2022).

Menurut Bupati, persoalan stunting merupakan agenda pembangunan nasional.

Sementara Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu lokus kabupaten dalam pencegahan dan penanganan stunting di Jawa Timur.

750 x 100 AD PLACEMENT

Dalam RPJMN 2024 telah ditetapkan, angka prevalensi stunting ditargetkan turun menjadi 14 persen.

Berdasarkan SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) tahun 2021, prevalensi stunting Bangkalan 38,9%, sedangkan Jawa Timur 23,5%.

Jumlah stunting di Kabupaten Bangkalan tahun 2021 berdasarkan bulan timbang yaitu 2287 orang.

Untuk itu Bupati menegaskan, salah satu pencegahan dan penanganan stunting melalui 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), mulai adanya konsepsi (dari masa kehamilan) hingga anak usia 2 tahun.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Pencegahan stunting dapat dilakukan melalui pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri, pemeriksaan kesehatan untuk calon pengantin, pemeriksaan kehamilan pada tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, pemberian makan yang tepat pada bayi dan anak sesuai jumlah, frekuensi, dan usia, pemberian vitamin A dan obat cacing setiap 6 bulan sekali serta melakukan pengukuran dan penimbangan balita di posyandu setiap bulan sehingga orang tua balita mengetahui kondisi kesehatan dan status gizi balita tersebut,” jelas Bupati.

Bupati menambahkan dalam program pencegahan dan penanganan stunting tidak hanya dilakukan oleh sektor kesehatan namun diperlukan koordinasi, sinkronisasi, dan harmonisasi dengan sektor lain.

“Karena tingkat keberhasilan program penurunan stunting terpadu juga perlu dukungan dari lintas sektor antara lain PKK, kader, aparatur desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mengajak dan mendampingi ibu balita untuk datang ke posyandu setiap bulan sehingga ibu balita mengetahui kondisi kesehatan dan status gizi balita. Saya berharap kemitraan ini dapat dibangun dan semakin dikuatkan, untuk mewujudkan Kabupaten Bangkalan zero stunting,” pungkasnya.   (IRoel)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait
930 x 180 AD PLACEMENT
Ayo ikut berpartisipasi untuk mewujudkan jurnalistik berkualitas!
Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !