
Fajar Nofiyawati usai resmi dilantik sebagai Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan didampingi keluarga, bersama Kades Emmy Siksowati, Camat Gondang Endra Kusriawan, S.STP., M.Si., hingga Kapolsek, Danramil Gondang.
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com –
Mojoarum tersenyum lebar pada Jumat pagi itu. Aula balai desanya berdenyut hangat, menyambut tangan dingin seorang putri kampus teknik ternama, Fajar Nofiyawati, alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Seperti arsitek yang memegang peta masa depan, ia resmi dilantik menjadi Kepala Urusan Perencanaan—posisi strategis yang akan menata arah langkah pembangunan desa.
Aula Balai Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat (8/8/2025) seakan memeluk semangat baru. Di sana, Fajar Nofiyawati—alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya—resmi dilantik sebagai Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan, menggantikan pejabat sebelumnya yang masa kerjanya telah berakhir.
Pelantikan yang dipimpin Kepala Desa Mojoarum, Emmy Siksowati, berlangsung khidmat dan disaksikan jajaran pejabat penting, mulai Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tulungagung Hari Prastijo, Camat Gondang Endra Kusriawan, S.STP., M.Si., hingga Kapolsek, Danramil, kepala desa se-Kecamatan Gondang, perangkat desa, BPD, LPM, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tamu undangan.
Menurut Kepala Desa Mojoarum, Emmy, proses penjaringan jabatan ini dilakukan secara terbuka melalui pendaftaran, ujian seleksi, hingga penetapan nama terpilih. “Mbak Fajar ini lulusan ITS dengan latar belakang perencanaan. Harapan kami, pembangunan infrastruktur desa ke depan bisa lebih terarah, berkualitas, dan tepat sasaran,” ujarnya penuh optimisme.
Senada, Camat Gondang Endra Kusriawan menilai Kaur Perencanaan adalah “mata dan telinga” desa dalam menata arah pembangunan. “Apalagi Mbak Fajar punya pengalaman sebagai konsultan perencanaan. Kami optimistis pembangunan di Mojoarum akan dirancang lebih matang dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Salah satu agenda prioritas yang akan segera digarap adalah penanggulangan banjir yang kerap melanda permukiman warga saat musim hujan. Rencana pembangunan sistem irigasi baru telah disiapkan untuk 2026 dengan dukungan Dana Desa (DD) dan Bantuan Keuangan (BK) dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung. “Kalau hanya mengandalkan DD tidak cukup, maka kami ajukan bantuan kabupaten. Targetnya, masalah banjir tuntas,” tegas Emmy.
Terkait pengelolaan keuangan desa, Emmy menekankan pentingnya transparansi. Setiap pengeluaran harus sesuai prosedur dan berdasarkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP). “Semua dana ada di rekening bank desa, tidak ada yang disimpan pribadi. Pencairan dilakukan sesuai kebutuhan dan langsung disalurkan ke pelaksana,” jelasnya.
Meski belum menetapkan target enam bulan pertama, pemerintah desa berharap Kaur Perencanaan baru mampu menyelesaikan program tertunda dan menginisiasi pembangunan berkelanjutan.
Dengan bekal akademik dan pengalaman profesionalnya, Fajar Nofiyawati diharapkan menjadi motor penggerak yang menautkan mimpi Mojoarum dengan kenyataan—membawa desa ini menatap masa depan dengan langkah yang lebih pasti.
Jurnalis Pandhu
Editor Tanu Metir