

KEDIRI (harian-news.com) – Ketua Forum Komunikasi RT/RW Kota Kediri, Agung Pribadi, sangat mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Kediri dalam menindaklanjuti Kepres No 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Penanganan Covid 19 menghadapi wabah virus corona di Kota Kediri.
“Walaupun dengan dalih kedaruratan penyebaran virus corona pemerintah kota tidak boleh melupakan keberadaan garda terdepan yaitu RT/RW yang sangat faham dengan kondisi warga masyarakat sekitar,” harap Ketua Komite SMAN 7 ini.
Masih menurut Agung, ia mengharapkan pengurus RT/RW diajak bicara, tentang program dan pelibatan rencana penggunaan anggaran dalam rangka penanggulangan KLB tersebut. Sebagaimana diketahui, forum komunikasi itu memiliki anggota 1478 Ketua RT dan 330 Ketua RW. Ia berharap keberadaan mereka juga dilibatkan dalam menanggani penyebaran Covid-19 di wilayah Pemkot Kediri.
Menurutnya, di beberapa wilayah kelurahan masih belum efektif dalam upaya pencegahan yang bersifat fundamental. Karena hanya melibatkan tokoh agama maupun masyarakat.
“Penggunaan anggaran Rp 20,3 miliar yang dikucurkan pemerintah kota hanya digunakan untuk hand sanitizer, masker, APD dan lainnya, kiranya Walikota lebih waspada mengontrol anggaran tersebut,” harapnya.
“Imbauan kepada warga supaya bediam diri di rumah lebih dari dua minggu, dan juga supaya warga jaga kesehatan itu tidaklah cukup,” lanjut Agung.
“Bukan perkara mudah bagi masyarakat, terutama mereka yang pekerjaannya di sektor informal dan umkm yang mencari nafkah di sepanjang jalan seperti K5, ojek, becak, pedagang keliling, pengusaha cafe, dan warung nasi seperti yang ada dilingkungan saya. Ibarat hari ini gak kerja, hari ini anak istri gak makan,” kata Agung yang juga Ketua Komite SMPN 4.
Sebagai ketua forum, ia sering mendapat masukan dari pengurus RT, agar mengusulkan dana prodamas yang baksos dan JKN BPJS tetap dilaksanakan. Sedang lainnya digunakan penanganan covid 19. “Hal ini sudah saya sampaikan kepada Pembina RT/RW yaitu Kepala Bagian Pemerintahan Kota Kediri Pak Paulus, kita tinggal nunggu keputusan dari pemerintah kota,” kata Agung.
Dia berharap agar pemerintah Kota segera dapat mencari solusi bagi warga pekerja informal seperti tersebut diatas, sehingga mereka tetap fokus diam dirumah seperti anjuran pemerintah. [git]
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !