


Petani Milenial dari Sendang mewarnai pertumbuhan jumlah petani di Kabupaten Tulungagung
TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com – Ternyata apa yang selama ini kita takutkan generasi muda malu jadi petani itu, tidak benar. Buktinya jumlah petani muda di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, terus meningkat, seiring meningkatnya wawasan dan pengetahuan tentang pertanian secara umum.
Para petani muda ini terus berinovasi di tengah lahan yang terhampar luas untuk perekonomian keluarga. Seperti di Kecamatan Sendang, para petani milenial di sana mulai mengembangkan pertanian dengan sistem agro forestry dan agrowisata.
Hampir semua petani yang berjumlah puluhan yang terlibat pengembangan lahan dan peternakan serta pariwisata. Untuk tanaman yang sedang dikembangkan hortikultura seperti kubis (kol), wortel, jagung, cabe. Sedangkan untuk peternakan banyak yang beternak sapi, sedangkan untuk wisata dikembangkan agrowisata yang memanfaatkan pemandangan sawah dan hutan.
“Para pemuda di desaa kami sudah mulai berani menjadikan petani menjadi salah satu profesi,” kata salah satu petani muda, Nanag warga Geger, saat dihubungi Harian-News.com melalui sambungan telepon Jumat (8/10/2021).
Menurut dia, minat menjadi petani dari generasi muda cukup tinggi terbukti beberapa tetangganya yang awalnya merantau, memilih pulang untuk menjadi petani.

Melihat langsung minat generasi muda di wilayah kerjanya, Bagyo Suwasono, S.Pt, selaku Koordinator BDSP BPP Kecamatan Sendang bersama seluruh jajaran memberikan perhatian dengan melakukan pelatihan. Pada petani muda itu.
Seperti yang baru diadakan kegiatan pelatihan petani milenial yang ada ini bersumber dari Kementerian Pertanian yakni Program YESS (Youth Entrepreunership & Employement Support System) untuk meningkatan peran BDSP BPP Sendang diwilayahnya dalam peningkatan kapasitas dan kapabilitas pemuda tani didaerah pedesaan agar minat berwirausaha di bidang pertanian.
Dan untuk membuat para milenial muda pertanian tertarik terjun minat berwirausaha di bidang pertanian, harus menjadikan mereka jatuh cinta terhadap pertanian.
Pemuda tani pedesaan agar cinta terhadap pertanian, maka seluruh stakeholder harus bisa menjadikan pertanian cantik, menarik, enak di lihat, potensial, aduhai lebih menguntungkan tentunya.
Menurut Subagyo, sudah dua tahap pelaksanaan pelatihan yang dilaksanakan di BDSP BPP Sendang tahap pertama pada tanggal 13,14 dan 15 September 2021 sebanyak 35 petani milenial dengan materi pelatihan Proposal Bisnis bagi pemula.
Dan pada tahap kedua pada dengan topic manajemen bisnis bagi pemula yang diikuti 30 milenial pada tanggal 6 dan 7 Oktober 2021 di BDSP Sendang.
Dari kedua kegiatan pelatihan tersebut melibatkan para mentor, narasumber yang profesional.
Pada pelatihan tahap pertama tersebut petani milenial dari BDSP BPP Sendang telah mengajukan sejumlah 17 proposal Bisnis ke Kementerian Pertanian melalui PPIU Jawa Timur yang berpusat di Polbangtan Malang.
“Sebelas di antaranya telah diverivikasi oleh Team PPIU Malang, semoga banyak yang mendapatkan acc dana hibah kompetitif ,sehingga pertanian di wilayah BDSP BPP Sendang dapat didongkrak kemajuan oleh petani milenial yang sudah mendapatkan pelatihan. Aamin.,” kata Bagyo.
Ditambahkannya, program di tahun 2021 ini direncanakan berlanjut dua tahapan pelatihan lagi yakni 60 petani milenial.

Lebihdekat dengan BPP Sendang
BPP Sendang merupakan salah satu Balai Penyuluhan Pertanian yang ada di Kabupaten Tulungagung_Jatim, yang terletak di lereng Gunung Wilis dengan ketinggian lebih dari 600 dpl, tepatnya di Desa Krosok Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung, dengan jarak tempuh kurang lebih 35 km dari pusat pemerintahan kabupaten.
BPP Sendang memiliki 11 Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP/desa) dengan luas lahan pertanian 5.717,5 Ha. 73 Kelompok tani dengan komoditas Unggulan padi, jagung, hortikultura dan sapi perah.
Dengan tenaga fungsional 6 orang (1 Koordinator dan 5 Penyuluh Pertanian Lapangan/PPL). Fasilitas yang dimiliki BPP Sendang yakni Ruang Kerja, Ruang Pertemuan, ruang KKA, kandang ternak, kolam dan lahan percontohan seluas 0.7 ha., dengan perangkat penunjang komputer, jaringan internet.(bag/red)
Jangan Tampilkan Lagi
Ya, Saya Mau !