
BLITAR, HARIAN-NEWS.com – Polres Blitar Kota menyiagakan Satgas Pre-emptive Strike Polisi Jogo Sekolah untuk memperkuat perlindungan pelajar dari perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, judi online, dan berbagai bentuk kenakalan remaja.
Komitmen tersebut ditandai dengan apel Satgas Pre-emptive Strike Polisi Jogo Sekolah yang dipimpin Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, S.I.K., M.I.K., di halaman Mapolres Blitar Kota, Selasa (27/10/2026) pagi.
Apel diikuti jajaran kepolisian, perwakilan Dinas Pendidikan, instansi perlindungan anak, kepala sekolah, guru bimbingan konseling (BK), personel pendamping, serta pelajar SMA/SMK/MA.
Pembentukan satgas ini menjadi langkah preventif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan. Melalui program tersebut, polisi tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan edukasi, pendampingan, dan komunikasi dengan kalangan pelajar.
Dalam amanatnya, Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo menegaskan bahwa generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perundungan, narkoba, judi online, dan kenakalan remaja perlu diantisipasi bersama agar tidak mengganggu perkembangan maupun masa depan pelajar.
Karena itu, keberadaan Polisi Jogo Sekolah diharapkan mampu memperkuat pencegahan sejak dini sekaligus membangun kedekatan antara kepolisian dan lingkungan pendidikan.
Melalui komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan di sekolah diharapkan dapat terdeteksi lebih awal. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan secara tepat sebelum masalah berkembang menjadi lebih serius.
Polisi Jadi Mitra Pelajar
Dalam apel tersebut, dilakukan penyematan ban lengan satgas kepada perwakilan polisi pendamping kelas serta pembacaan ikrar bersama sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
Kapolres juga mengajak para pelajar mengambil peran sebagai agen perubahan. Para siswa diharapkan berani menolak perundungan, menjauhi narkoba dan judi online, serta melaporkan tindakan kekerasan kepada pihak yang berwenang.
Menurutnya, generasi muda merupakan investasi penting bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap anak dan pelajar membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya kepolisian.
Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi landasan program ini. Sekolah yang aman tidak cukup diwujudkan melalui kehadiran aparat, tetapi juga membutuhkan kepedulian, komunikasi, dan kerja sama antara polisi, sekolah, orang tua, serta para pelajar.
Melalui Satgas Polisi Jogo Sekolah, Polres Blitar Kota berharap upaya pencegahan kekerasan dan kenakalan remaja semakin kuat sehingga lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang belajar yang aman sekaligus mendukung pembentukan karakter generasi muda.
Jurnalis: Etok











