PolitikTulungagung

Golkar Tulungagung Perkuat Pendidikan Politik hingga Desa

×

Golkar Tulungagung Perkuat Pendidikan Politik hingga Desa

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, HARIAN-NEWS.com — DPD Partai Golkar Kabupaten Tulungagung mulai memperkuat organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan melalui Musyawarah Desa (Musdes) dan Musyawarah Kelurahan (Muslur) XI, 23–24 September 2026.

Kegiatan yang digelar di Menteng Social House Tulungagung tersebut tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga diarahkan sebagai bagian dari kaderisasi, regenerasi, dan penguatan pendidikan politik masyarakat.

Bendahara DPD Partai Golkar Tulungagung, Mochamat Amarodin, S.H., M.H., mengatakan Musdes dan Muslur merupakan kelanjutan Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang telah dilaksanakan pada akhir 2025.

“Tujuannya memperkuat kembali struktur dan soliditas partai dari tingkat kecamatan sampai desa,” ujarnya.

Jairi Irawan (tengah) Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, Sekretaris DPD Partai Golkar Tulungagung, Jarot Hartanto dan Bendahara DPD Partai Golkar Tulungagung, Mochamat Amarodin, S.H., M.H.,.

Konsolidasi telah menjangkau sekitar separuh dari 271 desa di Kabupaten Tulungagung. Kepengurusan desa diarahkan beranggotakan 7–12 orang dengan keterwakilan perempuan 30 persen.

Sekretaris DPD Partai Golkar Tulungagung, Jarot Hartanto, menegaskan regenerasi menjadi salah satu fokus utama. Kader muda didorong aktif dalam organisasi,Sekretaris  sementara kader senior tetap diberi ruang untuk berbagi pengalaman.

Menurutnya, keberadaan struktur di tingkat desa bukan sekadar memenuhi administrasi organisasi. Kepengurusan harus mampu menjalankan komunikasi politik, menyerap aspirasi dan hadir dalam persoalan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Tulungagung, Jairi Irawan, S.Hum., M.Kp., menyampaikan target peningkatan perolehan kursi DPRD Tulungagung pada Pemilu 2029 dari lima menjadi delapan kursi.

Target tersebut dipetakan melalui masing-masing daerah pemilihan. Dapil 1, 2 dan 3 ditargetkan masing-masing dua kursi, sedangkan Dapil 4 dan 5 mempertahankan masing-masing satu kursi. Untuk Dapil 6, Golkar akan mencari figur yang dapat membangun keterwakilan.

Saat ini, berdasarkan data DPRD Kabupaten Tulungagung, Golkar memiliki lima kursi.

Selain konsolidasi struktur, Golkar Tulungagung juga menyiapkan penguatan saksi di 1.630 TPS. Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan organisasi menghadapi tahapan Pemilu 2029.

Namun, Jairi mengingatkan kader dan bakal calon legislatif agar tidak saling menjatuhkan maupun berebut basis yang sama.

“Soliditas harus dijaga. Jangan sampai sesama kader justru saling melemahkan,” pesannya.

Antusiasme kader Holkar peserta pendidikan politik

Musdes dan Muslur juga menjadi ruang menyerap aspirasi masyarakat, antara lain terkait kebutuhan bedah rumah dan perbaikan sanitasi.

Bagi Golkar Tulungagung, penguatan organisasi hingga desa diharapkan tidak berhenti pada kepentingan elektoral. Pendidikan politik, kaderisasi, penyerapan aspirasi dan pelayanan kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Rangkaian konsolidasi tersebut selanjutnya akan dilanjutkan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang direncanakan berlangsung awal 2027.

Jurnalis: Pandhu